Endus Dugaan Korupsi, Kejari Bidik Proyek Pembangunan Asrama Bea dan Cukai Batam

381
Pesona Indonesia
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam di Batuampar, Batam. Kejaksaan Negeri Batam menelusuri pembangunan asrama BC Batam yang disinyalir dikorupsi. Foto: Suprijal Tanjung/ Batam Pos
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam di Batuampar, Batam. Kejaksaan Negeri Batam menelusuri pembangunan asrama BC Batam yang disinyalir dikorupsi.
Foto: Suprijal Tanjung/ Batam Pos

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri Batam diduga melirik aktifitas pembangunan fisik yang dilakukan Bea dan Cukai Batam pada tahun 2014 lalu. Aktifitas pembangunan asrama Bea dan Cukai Batam bernilai lebih dari Rp 5 miliar itu diduga telah dikorupsi.

Kemarin pagi, empat petugas Bea dan Cukai Batam mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Batam. Tanpa mengenakan seragam Bea dan cukai, para petugas itu menaiki lantai 2 Kejaksaan. Lantai 2 merupakan ruang pidana khusus (Pidsus) Batam. Salah seorang dari mereka tampak membawa map berwarna putih gading yang terdapat lambang Bea dan Cukai. ”Yang datang ada lima orang, tapi yang naik empat orang,” kata sumber Batam Pos, kemarin siang

Menurut informasi, Kejari Batam memanggil petugas Bea dan Cukai Batam atas temuan dugaan korupsi pada proyek fisik yang dilakukan Direktorat yang berkantor di Batuampar ini. Nilai proyek lebih dari Rp 5 miliar di tahun 2014 ini diduga telah dikorupsi.”Diperiksa hampir sampai jam 4 sore. Tak tahu dipanggil apa tidaknya lagi,” terangnya.

Kasi Pidsus Kejari Batam, M Iqbal belum bisa dikonfirmasi terkait pemeriksaan yang dilakukan pihaknya. Sementara Kepala Kejari Batam Yusron mengaku tidak tahu adanya pemeriksaan petugas Bea dan Cukai di kantornya. ”Saya malah tak tahu,” kilah Yusron.

Menurut dia, tak selalu yang datang ke Kejaksaan diperiksa kasus korupsi. Bisa saja, pihak yang bersangkutan ingin berkonsultasi atau sekedar memberi laporan ke Kejaksaan. ”Mungkin konsultasi. Atau memberi keterangan,” terang Yusron.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea dan Cukai Tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo membenarkan adanya surat panggilan yang dialamatkan Kejaksaan ke Kantornya. ”Ia benar, dimintai keterangan,” kata Nugroho yang dihubungi kemarin sore.

Namun, Nugroho enggan membeberkan mengapa beberapa petugasnya dipanggil ke Kantor Kejari Batam. ”Harusnya tanya kepada yang datang, bukan saya. Tak ada hubungannya dengan saya,” kilah Nugroho mengakhiri. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar