Evakuasi 6 ABK MV Thorco Cloud yang Terjebak Tunggu Singapura

792
Pesona Indonesia
Anggota TNI AL sedang menyisir tempat kapal cargo yang tenggelam mencari anak buah kapal yang belum di temukan di perairan perbatasan, Kamis (17/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Anggota TNI AL sedang menyisir tempat kapal cargo yang tenggelam mencari 6 anak buah kapal yang belum di temukan di perairan Belakangpadang yang berbatasan dengan Singapura, Kamis (17/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Enam anak buah kapal (ABK) MV Thorco Cloud V2FU6 yang tenggelam di perairan perbatasan Indonesia-Singapura, Rabu (16/12) malam, belum juga ditemukan. Kuat dugaan, mereka masih terjebak di dalam kapal kargo berbendera Denmark itu.

Hingga kemarin (17/12) tim gabungan yang terdiri Tim Basarnas Kota Batam, KPLP, TNI AL, Syahbandar Sekupang, dan Polair Polda Kepri masih melakukan pencarian. Namun mereka belum melakukan penyelaman karena masih menunggu informasi dan koordinasi dari Singapura.

“Kami harus memastikan, apakah ada yang melihat ABK ini tertimpa tumpukan pipa atau bagaimana,” kata Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Batam, Harminto, kemarin.

Baca Juga: 6 ABK MV Thorco Cloud yang Selamat Dibawa ke Singapura, 6 Terjebak di Kapal

Menurut dia, informasi tersebut hanya bisa diketahui dari keterangan enam ABK selamat yang saat ini berada di Singapura. Keenam korban selamat ini masih menjalani pemeriksaan oleh pihak Singapura.

Jika enam korban selamat ini melihat enam rekannya terjebak di dalam kapal, pihaknya akan segera menurunkan penyelam untuk evakuasi. “Sambil menunggu informasi, kami melakukan penyisiran di lokasi kejadian,” ujarnya.

Harminto mengatakan, lokasi kecelakaan kapal antara MV Thorco Cloud dengan kapal Stolt Commitment ini tepat berada di jalur pemisah kapal (TSS). Sehingga tim harus ekstra hati-hati dalam melakukan pencarian korban, karena jalur tersebut sangat ramai dilalui kapal. Sementara kapal dari tim sendiri saat ini ada tiga unit.

“Jadi kami antisipasi jangan sampai ada kecelakaan lagi,” paparnya.

Kepala Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Batam, Gajah Roseno juga mengatakan pihaknya belum bisa menurunkan regu penyelam. Alasannya sama, yakni masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap enam ABK selamat oleh Singapura.

“Harus dipastikan, apakah benar mereka melihat yang enam lagi terjebak di dalam kapal,”  ungkap Roseno.

Terpisah, Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Pol Hero Bachtiar mengatakan pihaknya saat ini masih fokus untuk membantu pencarian korban, belum memikirkan penyelidikan. “Setelah korban ditemukan, baru kami selidiki apakah ada tindak pidananya dalam kejadian ini,” katanya.

Polairud Polda Kepri sendiri juga sudah menerjunkan tiga kapal patrolinya sejak Rabu (16/12) malam. Hero mengaku siap menurunkan regu penyelam jika diminta oleh Basarnas.

Kapal tanker Stolt Commitment yang menabrak MV Thorco Cloud untuk sementara diamankan oleh kapal KPLP Batuampar di perairan Belakangpadang guna pemeriksaan lebih lanjut. (ska/cr1/cr17)

Respon Anda?

komentar