Maut di Depan Batamindo, Tante dan Keponakannya Tewas

1087
Pesona Indonesia
Kecelakaan-di-Batamindo--Yu
Kondisi mobil Avanza yang terlibat lakalantas di depan pintu 5 Batamindo, Kamis (17/12). Foto: yuyun/batampos

batampos.co.id РTabrakan antara mobil Avanza warna hitam dengan dua sepeda motor supra hitam dan Mio G hitam di Jalan S. Parman tepatnya di depan pintu lima Batamindo,  menewaskan Wegiyem dan keponakannya Dzavira Maylia (2,5), Kamis (17/12).

Keduanya sempat dirawat di Rumah Sakit Camatha Sahidya (Casa) Panbil, namun takdir berkata lain, keduanya mengembuskan nafas terakhirnya di RS tersebut.

Saksi mata, Imun mengatakan mobil Avanza BP 1798 DL yang dikendarai Rudi melaju dari arah Panbil menuju Tanjungpiayu menabrak motor Yamaha Mio hitam BP 4630 JA yang dikendarai Rio Andri Herianto, 21, dari belakang. Kemudian tubuh Rio terpental ke atas kap mobil Avanza tersebut dan terbawa mobil beberapa meter, hingga akhirnya mobil tersebut menepi.

“Si Rio mau belok masuk ke pintu lima menuju mess dormitory pintu lima batamindo, tapi keburu di tabrak,” ujar Imun.

Sementara dari arah Tanjungpiayu, lanjut Imun, sepeda motor Supra X BM 3679 HX warna hitam yang dikendarai Sudarmanto melaju dengan kencang dan menabrak motor Mio G yang sedang melaju sendiri dengan keras.

“Motor Supra tersebut kemudian jatuh ke kiri, dan istrinya tidak sadarkan diri dengan kondisi paha kiri luka berat,” ujar Imun.

Kejadian yang berlangsung sangat cepat tersebut juga membuat Putri Nur Afifa, 15, anak dari Wagiyem dan Sudarmanto mengalami luka berat di bagian kepalanya. Sementara keponakan Wagiyem Dzavira Maylia tewas.

“Anaknya (putri,red) bangun dan menangis ketika melihat kondisi ibunya yang terkapar di tanah, dia juga sempat berdoa tadi,” jelas Imun.

Mona dan Budi, orang tua dari Dzavira Maylia tidak henti-hentinya menangis ketika mendengar kabar anaknya mengalami nasib naas.

“Sebelum berangkat, anak saya nangis minta ikut pamannya (Sudarmanto, red) mengantar istrinya pergi kerja ke Batamindo,” terang Mona sambil terisak di ruang IGD RS Camatha Sahidya.

Pantauan koran Batam pos (grup batampos.co.id) di RS Camatha Sahidya Panbil, Dzavira dan Wagiyem, sempat dirawat namun tidak lama kemudian, Vira panggilan bocah tersebut, akhirnya meninggal dunia setelah  kritis.

Namun, selang beberapa waktu, Wagiyem juga menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami kondisi kritis. Mendengar kematian Wagiyem, suami korban, Sudirmanto yang juga dirawat di ruangan IGD menangis histeris. (cr19/cr20/bpos)

Respon Anda?

komentar