Pengusaha-BC Batam Deklarasi Pengendalian Gratifikasi

515
Pesona Indonesia
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo berjabat tangan dengan sejumlah asosiasi pengusaha Batam usai menandatangani Deklarasi Bersama Pengendalian Gratifikasi, kemarin (17/12).  Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo berjabat tangan dengan sejumlah asosiasi pengusaha Batam usai menandatangani Deklarasi Bersama Pengendalian Gratifikasi, kemarin (17/12).
Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tipe B Batam bersama sejumlah asosiasi pengusaha Batam menandatangani deklarasi bersama pengendalian gratifikasi, Kamis (17/12).

Kepala Kantor Bea dan Cukai Tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo, mengatakan dengan penandatanganan deklarasi ini, maka pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ketahuan menerima gratifikasi dari pengguna jasa, maka terancam dipidana dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

”Jangan pernah lagi beri gratifikasi kepada pegawai Bea Cukai. Kalau ada yang coba-coba, maka si pemberi dan si penerima bisa dilaporkan kepada Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) untuk diproses lebih lanjut,” kata Nugroho dalam kata sambutannya.

UPG, kata pria yang biasa disapa Noeg, merupakan unit yang dibentuk berdasarkan instruksi Kementerian Keuangan untuk menerima laporan gratifikasi dan memprosesnya lebih lanjut sampai ke tingkat KPK. ”Saya berharap dengan deklarasi ini menjadi langkah agar Indonesia bebas korupsi,” katanya lagi.

Deklarasi ini mendapat respon yang cukup baik dari asosiasi pengusaha. Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gapeksi), Daniel Burhanuddin, mengatakan hal ini sangat positif mengingat para pengusaha sebagai pengguna jasa turut diawasi.

”Saya juga mengimbau pengusaha agar jangan coba-coba beri gratifikasi. Anjuran ini harus segera dilaksanakan untuk kepentingan negara,” katanya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Kepri bidang Perdagangan dan Jasa, Datuk Amat Tantoso, juga memberikan apresiasi. Menurutnya, hal ini penting apalagi untuk menyambut datangnya era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mulai berlaku akhir Desember 2015 ini.

Selain Kadin Kepri dan Gapeksi, acara ini juga turut dihadiri perwakilan dari Shipyard and Offshore Association Batam, Indonesian National Shipowner’s Association DPC Batam, dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo). (leo/bpos)

Respon Anda?

komentar