Sepi Pesanan, Industri Shipyard Kurangi Tenaga Kerja

968
Pesona Indonesia
Pekerja galangan kapal sedang menyelesaikan pekerjaan kapal di kawasan galangan kapal Citra Shipyar di Kampung Becek, Seilekop, Sagulung. Jumat (20/11) lalu. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Pekerja galangan kapal sedang menyelesaikan pekerjaan kapal di kawasan galangan kapal Citra Shipyar di Kampung Becek, Seilekop, Sagulung. Jumat (20/11) lalu.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Industri galangan kapal (shipyard) di Batam sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Akibat sepi order pada tahun 2015, banyak perusahaan galangan kapal yang melakukan pengurangan tenaga kerja.

”Menurut data yang dihimpun per Juni 2015, jumlah pekerja galangan kapal saat ini ada 25 ribu orang. Jumlah tersebut hanya 10 persen dari jumlah pekerja pada tahun 2012 yang mencapai 244 ribu orang,” ungkap Sekretaris Jenderal Batam Shipyard and Offshore Association, Suri Teo, Kamis (17/12).

Namun, menurut Teo, untuk jumlah industri shipyard masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni 114 perusahaan. Saat ini, perusahaan galangan kapal di Batam hanya menyelesaikan sisa pengerjaan proyek yang dimulai pada tahun 2013 dan 2014.

Namun, ada dua perusahaan yang sudah menyatakan diri untuk stop produksi, yakni PT Nippon Steel di Tanjunguncang sejak awal 2015 dan PT Surya Prima Bahtera di Kabil pada pertengahan tahun lalu.

”Kedua perusahaan itu tidak tutup, melainkan hanya berhenti produksi sampai jangka waktu yang belum diketahui karena sepi order,” jelas Teo.

Teo menjelaskan, faktor sepi order sepanjang tahun 2015 disebabkan faktor global, dimana harga barang komoditas ekspor seperti batu bara dan minyak bumi turun drastis.

”Perkembangan terakhir yang saya dapat, nilai minyak nasional turun 36 dolar per barrel. Sehingga banyak perusahaan yang memangkas biaya operasional sebesar 25 persen,” ungkapnya.

Untuk tahun 2016, Teo menjelaskan, ada ancang-ancang positif setelah munculnya sembilan agenda prioritas milik pemerintahan Presiden Joko Widodo. Salah satunya adalah menggelorakan industri shipyard dengan memberikan banyak order pembuatan kapal ke Batam. ”Saya harap 2016 bisa lebih baik dengan program Pak Presiden,” terangnya. (leo/bpos)

Respon Anda?

komentar