Insentif Guru Kota dan Pulau Berbeda

716
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.
Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana membuat kebijakan yang membedakan besaran insentif bagi guru yang berada di pulau utama (mainland) dengan pulau penyangga (hinterland).

”Pemko bersama DPRD Kota Batam sedang membicarakan kemungkinan hal ini dapat terwujud,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, Jumat (18/12).

Ia jelaskan, selama ini kesejahteraan guru di Kota Batam, khususnya yang berada di mainland sudah sangat baik. Hal itu menyebabkan banyak guru dari luar daerah yang ingin pindah masuk ke Kota Batam.

”Kesejahteraan guru di Batam luar biasa. Perhatian pemerintah dan DPRD juga luar biasa,” ujar Muslim.

Kepala Dinas menyebut, guru honor digaji Rp 2,5 juta, sesuai dengan upah minimum kota (UMK). Tak hanya itu, mereka juga mendapat insentif dari Pemerintah Provinsi Kepri. Sedangkan untuk pegawai negeri sipil (PNS), juga dapat tunjangan prestasi.

”Tunjangan guru swasta saja Rp 1 juta per bulan. Jadinya banyak orang yang ingin pindah ke Batam,” imbuhnya.

Menurut Muslim, jumlah guru di Batam saat ini sudah mencukupi. Sebelumnya terdapat 1.930 guru honor yang mengajar di sekolah negeri. Namun sekitar 400 orang sudah lulus menjadi calon pegawai negeri sipil. Sehingga masih ada sekitar 1.530 guru honor yang dibiayai APBD. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar