Stadion Temenggung Ternyata Jadi Sarang Tikus

731
Kondisi Stadion Temenggung Abdul Jamal terlihat rusak. Pintu dan jendela sudah keropos, dinding sudah retak-retak. Kursi di tribun penonton sudah banyak rusak. Bahkan tikus lalu lalang di tribun penonton. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kondisi Stadion Temenggung Abdul Jamal terlihat rusak. Pintu dan jendela sudah keropos, dinding sudah retak-retak. Kursi di tribun penonton sudah banyak rusak. Bahkan tikus lalu lalang di tribun penonton.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Sudah lama Stadion Temenggung Abdul Jamal tidak digunakan untuk iven besar. Aset BP Batam tersebut tampak tidak terawat, bahkan di sejumlah sudut sudah menjadi sarang tikus. ”Saya sudah keliling ke sana bersama tim dari Kemenpora. Mereka kaget karena sudah menjadi sarang tikus,” kata Ketua KONI Kepri, Johanes Kennedy Aritonang.

Kennedy mengatakan, kondisi stadion tersebut memang sudah jauh dari kata layak. Ia berharap stadion tersebut direvitalisasi. ”Tidak akan bisa digunakan untuk tanding atau pun untuk kegiatan olahraga lainnya. Kemenpora sudah tidak tertarik dengan stadion (Temenggung Abdul Jamal, red),” katanya.

Hampir semua bagian dari bangunan itu sudah rusak. Pintu dan jendela sudah keropos, dinding sudah retak-retak. Kursi di tribun penonton sudah banyak rusak. Bahkan tikus lalu lalang di tribun penonton. ”Jangankan tikus, ular juga pernah saya lihat di sana. Tapi itu wajar, karena tikus juga sudah banyak di sana,” katanya.

Bos Panbil tersebut berharap ada kerja sama dari BP Batam dan Kementerian Keuangan untuk pengalihan aset tersebut. Sehingga nantinya bisa dikelola Kementerian Olahraga dan bekerja sama dengan KONI Kepri. ”Daripada bangunan dibiarkan begitu saja. Kenapa tak dimanfaatkan untuk menunjang prestasi atlet,” katanya.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, mengatakan pada dasarnya pihaknya mendukung peningkatan prestasi di bidang olahraga. Tetapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku bahwa pengalihan aset itu harus seizin kementerian. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar