Bapedalda Batam Enggan Buka Hasil Uji Lab Limbah PT Maruwa

580
Pesona Indonesia
Jumbo Bag yang diduga berisi limbah B3 milik PT Maruwa dipasangi garis polisi. Foto: Dalil Harahap/batampos
Jumbo Bag yang diduga berisi limbah B3 milik PT Maruwa dipasangi garis polisi. Foto: Dalil Harahap/batampos

batampos.co.id – Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan (Bapedalda) Batam hingga kini masih merahasiakan hasil pengujian materi limbah yang diduga bahan berbahaya dan beracun (B3) di PT Maruwa Indonesia, Tanjunguncang. Alasannya dapat menganggu hasil penyelidikan.

“Hasilnya dirahasiakan, takut mengganggu proses penyidikan,” ujar Kepala Bapedalda Batam, Dendi N Purnomo, Sabtu (19/12).

Ia menjelaskan hasil pengujian materi dari labfor yang dilakukan pihaknya masih akan berkonsultasi ke Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). “Sudah saya tugaskan staf bidang pengawasan Limbah untuk konsultasi,” terangnya.

Sementara itu, Kasubdit IV Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepri, AKBP Yos Guntur mengatakan, penyelidikan terhadap kasus ini masih menunggu keterangan Bapedal terkait hasil uji materi tersebut.

“Masih menunggu hasilnya. Kita juga tidak bisa memastikan apakah itu limbah atau tidak,” tuturnya.
Yos menambahkan, materi sebanyak puluhan karung yang disegel sempat diangkut menggunakan lori ke Polda Kepri. Namun, materi limbah itu selanjutnya dilakukan proses peminjaman kepada perusahaan.

“Masih ada materinya. Hanya sampelnya diambil untuk diuji,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Maruwa Indonesia di Tanjunguncang digrebek dan disegel, Kamis (12/11). Perusahaan yang bergerak di bidang elektrik ini diduga menimbun puluhan ribu ton limbah berbahaya dan beracun (B3).

Bapedal  Batam lalu menguji materi limbah tersebut. Namun Bapedalda belum dapat menguraikan dalam bentuk apa limbah itu, dan seberapa besar dampaknya bagi lingkungan sekitar. (opi)

Respon Anda?

komentar