Habiskan Rp 20 Miliar, Pembangunan Stadion Mini Nongsa Molor

1094
Pesona Indonesia
Lapangan sepak bola mini di Kelurahan Batu Besar, Nongsa.   Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Lapangan sepak bola mini di Kelurahan Batu Besar, Nongsa.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pembangunan stadion mini di Batu Besar, Nongsa molor. Stadion yang dibangun Dinas Tata Kota itu seharusnya selesai 2014 lalu. Anggaran untuk pembangunannya lebih dari Rp 20 Miliar.

“Kita memang melanjutkan saja. Kalau masalah ini sudah dianggarkan di 2014 lalu. Saya tidak tahu. Saya juga tak mau berkomentar,” kata Asril, Kepala Dinas Tata Kota Batam, Minggu (20/12).

Asril mengatakan saat ini pembangunan stadion tersebut sudah pada tahap pembangunan kontruksi tribun penonton. Ia bergarap tahun depan sudah selesai.

“Mungkin di tahun depan sudah finishing. Tapi kalau pun tidak selesai, mungkin dilanjut 2017. Sejauh ini pengerjaannya sudah 60 persen,” katanya.

Asril mengatakan pembangunan stadion tersebut dilakukan bertahap. Ini tergantung anggaran yang ada. Ia berharap dukungan dari semua pihak agar pembangunannya bisa selesai tepat waktu.

“Kalau pembangunan lanjutan hanya proyek ini. Kalau jalan atau drainase yang lanjutan tidak ada,” katanya.

Pembangunan stadion mini mulai dibangun kala Gintoyono, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan menjabat Kepala Dinas Tata Kota Pemko Batam. Kontraktor tidak menyelesaikan pembangunan itu dan melarikan diri. Perusahaan kontraktor tersebut pun masuk dalam daftar hitam di Pemko Batam.

Selain stadion, ada juga pembangunan jalan sepanjang 700 meter yang juga sempat terbengkalai dan tidak dikerjakan kontraktornya. Tetapi akhirnya diambil oleh pusat. Di mana saat itu belum ada kerugian yang ditimbulkan.

“Saya lupa nama perusahaan yang bangun stadion itu.Kalau tidak salah satu dari perusahaan Surabaya itu. Kita sudah putus kontraknya. Cuma dua proyek itu yang tidak selesai di 2014 lalu,” kata Gintoyono, Dinas Tata Kerja Pemko Batam.

Gintoyono mengatakan sesuai dengan ketentuan, dua perusahaan tersebut tidak akan bisa lagi ikut dalam lelang selama dua tahun kedepan. Di mana yang putus kontrak tersebut sudah disita jaminan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Dua proyek itu, melalui lelang. Kita tidak menduga akan seperti itu,” katanya.

Udin P Sihaloho,anggota komisi IV DPRD Kota Batam juga mengakui bahwa anggaran untuk pembangunan stadion olahraga tersebut dianggarkan pada 2014 lalu. Di mana dalam pembahasan di badan anggaran, stadion tersebut tanpa alasan yang jelas tidak dilanjutkan pembangunannya.

“Saya tidak tahu itu kenapa. Tetapi yang jelas, ini menandakan tidak ada koordinasi dan persiapan yang matang dalam pembangunannya,” katanya.

Misalnya dalam memilih dan mengawasi perusahaan pemenang lelang. Ia berharap Pemko Batam bisa lebih selektif. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar