Ini Ular dan Belut Buatan Batam yang Siap Mengamankan Laut Indonesia

957
Pesona Indonesia
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya Maritim Desi A Mamahit (baju putih) menunjukan ruang kendalai satu kapal dari tiga kapal baru di pangkalan kapal patroli zona maritim barat Barelang, Minggu (20/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya Maritim Desi A Mamahit (baju putih) menunjukan ruang kendalai satu kapal dari tiga kapal baru di pangkalan kapal patroli zona maritim barat Barelang, Minggu (20/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Jangan pernah menyepelekan ular laut karena bisa mengigit dan bertahan di laut. Juga jangan sepelekan belut karena licin dan bisa muncul di tempat tak terduga, bahkan bisa bertahan di tempat sulit.

Ya, filosofi dua mahluk itu bisa jadi menginspirasi para petinggi di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia, yang menyematkan nama mahluk itu ke dua kapal patroli baru buatan Batam yang diresmikan, Minggu (20/12) di Pangkalan Armada Kamla Zona Maritim Barat di Pulau Nipah Batam.

Kedua kapal patroli yang memiliki panjang 48 meter itu, Yakni KN Ular Laut 4805 dan KN Belut Laut 4806. Keduanya diproduksi di galangan kapal Batam PT Palindo Marine dan PT Karimun Anugrah Sejati.

Hadir meresmikan dua kapal tersebut yakni Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya Maritim, Desi Albert Mamahit. Menurutnya kapal-kapal patroli tersebut dibangun guna memperkuat armada patroli Bakamla RI dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas pokok Bakamla.

“Penambahan Alusista Kamla ini digunakan untuk patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan indonesia dan perairan yurisdiksi Indonesia,” katanya.

Selain dua kapal tersebut, kapal yang sama yakni KN Gajah Laut 4804 juga diresmikan di Galangan Kapal PT Pahala Harapan Lestari, Pangkal Pinang, Bangka Belitung oleh Deputi Sarana Prasarana Bakamla RI Laksamana Maritim, Suroyo.

“Jadi ada tambahan tiga kapal patroli,” sebut D.A. Mamahit. Satu unit kapal dapat menampung 36 penumpang dengan rincian 26 kru kapal serta pasukan sebanyak 10 prajurit. Nilai kapal tersebut mencapai Rp 57 miliar.

Menurutnya, kapal tersebut dilengkapi dengan teknologi sistem peringatan dini, yang nantinya kapal patroli tersebut dapat terintegrasi dengan kapal-kapal stakeholder, kantor stasiun pemantau keamanan dan keselamatan laut, serta kantor pemantau informasi marabahaya laut.

“Dengan demikian diharapkan Bakamla RI mampu memonitor dan mendeteksi seluruh perairan Indonesia,” harapnya.

Lanjut dia, kini Bakamla memiliki 6 kapal Patroli 48 meter. Sebelumnya 3 kapal yakni KN Bintang Laut 4801 yang beroperasi di Batam, KN Singa Laut 4802 di Manado serta KN Kuda Laut 4803 yang beroperasi di Ambon, ketiga wilayah tersebut mewakili wilayah bagian Indonesia.

“Nanti kapal-kapal ini akan ditempatkan 2 di Batam, 2 kapal di Ambon dan 2 lainnya di Manado,” jelas D. A Mamahit.

Dia melanjutkan, selain 6 kapal Patroli 48 meter, Bakamla kini juga memiliki 16 kapal ukuran 15 meter, 14 kapal 12 meter. Selain kapal-kapal, Bakamla kini memiliki 3 pangkalan Bakamla yakni di Ambon, Batam, serta Manado serta 16 stasiun pemantau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Tahun 2016, kata D. A Mamahit, juga akan dibangun satu unit kapal yang lebih besar lagi yakni kapal 110 Meter yang bisa dioperasikan hingga Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) bahkan laut bebas. Kapal tersebut juga diproduksi di Batam yang rencananya akan dikerjakan PT Palindo Marine. “Kapal ini ditargetkan akhir 2016 selesai,” katanya.

Selain peresmian kapal patroli 48 meter, pada kesempatan tersebut juga pelantikan komandan kapal yang mengawaki tiga kapal tersebut. (cr13)

Respon Anda?

komentar