Kepala BKKBN Kepri: 2016, 1 Kampung KB di Tiap Kabupaten/Kota

638
Pesona Indonesia
Kepala BKKBN Kepri, Sugiono menyerahkan hadiah pada pemenang lomba mewarnai. foto: dalil harahap / batampos
Kepala BKKBN Kepri, Sugiono menyerahkan hadiah pada pemenang lomba mewarnai.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan merilis Kampung Keluarga Berencana (Kampung KB) awal Januari 2016 mendatang. BKKBN Kepulauan Riau akan menindaklanjutinya dengan membentuk Kampung KB di tiap kabupaten dan kota di seluruh wilayah Kepri.

“Kepala BKKBN Pusat (Surya Chandra Surapaty) sudah menyampaikan ini ke Presiden Jokowi. Dan Presiden ingin, setiap daerah di seluruh Indonesia ini memiliki Kampung KB,” kata Sugiyono, Kepala BKKBN Kepri di sela acara lomba mewarnai BKKBN Kepri di Panbil Mall, Minggu (20/12).

Kampung KB merupakan sebuah program revolusi mental untuk membentuk karakter manusia berbasis keluarga. Pola yang diterapkan adalah pola pemberdayaan. Dalam program ini, nantinya, akan dikembangkan program bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan bina keluarga lansia.

“Sehingga akan muncul kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan Keluarga Berencana,” tuturnya.

Kampung KB akan berlokasi di wilayah-wilayah padat penduduk. Di Kepulauan Riau, wilayah pantai dan daerah hinterland menjadi wilayah yang paling cocok untuk Kampung KB. Meskipun, tak menutup kemungkinan di daerah-daerah perkotaan. Seperti misalnya, di daerah Sagulung.

“Pada dasarnya, semua wilayah itu berpotensi untuk Kampung KB. Makanya, kami intensif melakukan rapat, salah satunya, untuk menentukan lokasi Kampung KB,” katanya lagi.

BKKBN nantinya akan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dalam pengembangan program. Seperti misalnya, dengan Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BPPPA-KB) ataupun Dinas Kesehatan.

“Di tahun 2009, kami pernah memiliki program Desa Prima Kencana. Secara garis besar, Kampung KB ini kelanjutan dari program itu,” ujar Sugiyono. (ceu)

Respon Anda?

komentar