Masih Banyak Sekolah Tak Layak di Batam

367
Pesona Indonesia
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pertumbuhan dunia pendidikan di Kota Batam tergolong cukup cepat. Bahkan, saat ini terdapat lebih seratusan sekolah yang tersebar di dua belas kecamatan baik negeri maupun swasta. Sayangnya, hampir separonya kondisinya tidak layak dilihat dari segi lokasi maupun luas sekolah tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho, mengatakan 50 persen dari ratusan sekolah yang ada di Batam tak layak untuk dijadikan sarana pendidikan. Sebab, banyak lokasi sekolah yang terletak di tempat ramai, hingga luas area sekolah yang sempit.

”Kalau dihitung secara persentase, ada sekitar 50 persen. Itu dilihat dari lokasi dan luas saja,” kata Udin, kemarin (20/12).

Menurut dia, syarat luas area sekolah bisa dikatakan layak untuk dijadikan sarana pendidikan adalah 2-5 hektare. Jika kurang dari itu, maka dari segi luas, sekolah itu tak layak. Tak hanya itu, dari segi lokasi, siapun harus memikirkan dimana tempat yang pantas untuk didirikan sekolah. Sebab, sekolah yang layak harus dibangun di tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan apapun. Hal itu bergunan untuk daya pikir dan kosentrasi anak.

”Minimal luasnya dua hektare. Dan sekolah itu bisa dibuat model terpadu. Apalagi untuk ukuran sekolah SMK atau SMA yang harusnya ada fasilitas olahraga atau umum lainnya,” jelas Udin.

Dilanjutkannya, perhitungan luas area sekolah itu jadi pertimbangan apabila adanya pertambahan ruang kelas baru (RKB). Dimana, setiap tahunnya, jumlah anak yang masuk sekolah di Batam terus meningkat. Sehingga banyak dari sekolah yang memaksa untuk tetap menerima siswa meski sudah overload.

Menurut Udin, seharusnya paling banyak setiap kelas hanya menampung 32-36 orang anak. Namun di lapangan, banyak ditemukan satu kelas berisi lebih dari 42 anak.

”42 anak perkelas itu sangat tak layak. Dan kejadian seperti ini banyak terjadi di Batam. Kondisi itu terjadi karena kurangnya ruang kelas, sehingga sekolah memaksa menerima siswanya meski sudah penuh,” sebutnya.

Selain itu, sambungnya, lokasi area sekolah yang terletak di tempat keramaian dan bencana alam juga menjadi hambatan sekolah dikatakan layak. Dia mencontohkan , SMP Negeri 6 yang terletak di Seipanas jauh dari layak dari segi lokasi. Sebab, dekat jalan raya dan rawan terjadinya kecelakaan. Begitu juga SMP Negeri 28 yang setiap hujan selalu dilanda banjir.

”Harusnya pemerintah memikirkan ini. Jangan sampai terjadi hal yang tak diinginkan barulah mulai bergerak. Mencegah lebih baik sebelum terjadi,” papar Udin. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar