Biaya Membengkak Rp 4,5 Miliar, Pembangunan Puskesmas Kampung Jabi Molor Tiga Tahun

371
Pesona Indonesia

FireShot Screen Capture #052 - 'Muhammad Yunus Spi' - www_facebook_com_photo_php_fbid=873329466082425&set=pb_100002161380369_-2207520000_1450768606_&tbatampos.co.id – Pembangunan Puskesmas Kampung Jabi, Nongsa molor selama tiga tahun. Anggaran pembangunan dikucurkan sejak 2013 lalu. Tetapi tak kunjung dikerjakan, dan kemudian dianggarkan lagi di 2016 mendatang. Bahkan anggaran pembangunannya pun membengkak hingga Rp 4,5 Miliar.

Muhammad Yunus, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam mengatakan pematangan lahan untuk Puskesmas dilakukan 2013 lalu. Lahannya seluas 7000 meter persegi. Kemudian pada tahun 2014 dalam APBD murni dianggarkan Rp 3,5 miliar untuk pembangunan fisik.

Ternyata seiring waktu berjalan, anggarannya pun membengkak. Kata Yunus, Setelah Detail Engineering Design (DED) selesai dibuat Pemko Batam, ternyata anggarannya butuh Rp 8 miliar. “Jadi ada pembengkakan. Dan kita tidak tahu kenapa sampai membengkak sebesar itu. Saya tidak mau berkomentar apakah ada kesalahan badan anggaran di sini atau tidak,” katanya.

Pembangunan Puskesmas ini pun ditunda. Tetapi kemudian di APBD Perubahan 2014, dianggarkan lagi Rp 2 miliar untuk pemasangan tiang pancang. Saat itu ada perusahaan yang menang lelang di angka Rp 1,7 miliar. “Jadi di tahun 2014 hanya tiang pancang saja yang dikerjakan,” katanya.

Kemudian di tahun 2015, dianggarkan lagi Rp 6,2 miliar untuk pembangunan fisik Puskesmas tersebut. Tetapi akhirnya dibatalkan lagi pembangunannya. Anggaran itu kemudian dihapus dalam APBD Perubahan. Alasan Yunus, bahwa hibah lahan tersebut belum keluar dari warga.

“Jadi masalahnya adalah masalah lahan. Surat hibahnya terlambat, jadi tidak mungkin terkejar lagi untuk pengerjaannya,” katanya.

Kemudian di 2016 ini, dianggarkan lagi dengan anggaran yang sama Rp 6,2 miliar. Yunus berharap pembangunannya tidak molor lagi.

“Anggarannya membengkak memang karena Puskesmas itu disiapkan menjadi Puskesmas yang terbaik di Batam. Dilengkapi dengan UGD dan ruang rawat inap,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Candra Rizal mengakui bahwa kendala pembangunan Puskesmas tersebut adalah masalah lahan. Meski ia tidak bersedia bercerita banyak terkait proses penundaan pembangunan gedung tersebut.

“Di tahun 2016 akan kita bangun. Dulu Distako rencananya yang membangun. Kalau masalah anggaran dan sebagainya saya tidak mau komentar lah. Saya lagi di jalan nih,” katanya.

Riki Indrakari, Ketua Komisi IV dan Udin P Sihaloho, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam kompak tidak mau berkomentar terkait pembangunan Puskesmas tersebut. “Pak Yunus yang tahu masalah itu, minta komentar dia saja,” kata Riki. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar