Jual Minyak Tanah Tanpa Izin, Pria ini Dipenjara 2 Tahun

431
Pesona Indonesia
Mahade, di persidangan PN Batam. Foto: anggie/batampos
Mahade, di persidangan PN Batam. Foto: anggie/batampos

batampos.co.id – Mahade bin Ahmad, yang menjadi terdakwa penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi sebanyak 1.080 liter, menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (22/12) sore. Ia dipidana 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 juta subsider 1 bulan kurungan.

Perbuatannya, terbukti melanggar Pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, karena telah melakukan niaga bahan bakar minyak jenis minyak tanah tanpa memiliki izin niaga dari pihak yang berwenang.

Amar putusan tersebut dibacakan Hakim Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo, didampingi Hakim Anggota Tiwik dan Imam. “Hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan, belum pernah dihukum dan mengaku bersalah atas perbuatannya. Maka hukuman terdakwa kami jatuhkan lebih ringan dari tuntutan Penuntut Umum,” kata Wahyu.

Sebelumnya, JPU Bani I Ginting telah membacakan tuntutannya dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Sementara putusan dari Majelis Hakim jauh lebih ringan dari tuntutan Penuntut Umum. Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan terima, sedangkan JPU Barnad (menggantikan JPU Bani) menyatakan pikir-pikir.

Diketahui, terdakwa Mahade bin Ahmad telah mencoba melakukan transaksi jual beli minyak tanah dengan niat mencari keuntungan. Ia membeli minya tanah bersubsidi itu di Desa Buru, Karimun dengan harga Rp 200 ribu per jerigennya dan akan dijualnya kembali ke Tanjunguma, Batam dengan harga Rp 280 ribu per jerigennya.

Sebelum niatnya itu terlaksana, Ditpolair Polda Kepri telah berhasil menangkapnya dengan ditemukannya barang bukti sebanyak 36 jerigen atau 1.080 liter minyak tanah yang dibawanya tanpa memiliki izin.

Ya, jangan hanya pemain kecil, pemain besarnya juga ditangkap dan adili. (cr15)

Respon Anda?

komentar