Warga Malaysia dan Thailand Raih Anugerah Batam Madani

369
Pesona Indonesia
Suasana pemberian penghargaan Batam Madani pada seniman dalam dan luar negeri. Foto: cecep mulyana/batampos
Suasana pemberian penghargaan Batam Madani pada seniman dalam dan luar negeri. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Dato’ Nazri Bin Kamal Al Betan, seniman asal Malaysia memperoleh Anugerah Mitra Budaya 2015 dari Pemerintanh Kota (Pemko) Batam. Ia dipandang sangat aktif membantu dan memfasilitasi pemerintah, seniman, dan budayawan Batam untuk beraktivitas di luar negeri.

Dato’ Nazri, dilahirkan di Negeri Sembilan Darul Khusus pada tahun 1974 dan dibesarkan di Seremban. Setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah King George V Seremban, Negeri Sembilan, ia kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Kemahiran Belia Negara Pertak, Kuala Kubu Selangor, Malaysia.

Memulakan karir bersama insitusi keuangan Kongyik Finance Berhad, Dato’ Nazri kemudian mengambil langkah membina perniagaan sendiri pada tahun 1997 hingga sekarang dalam bidang tekstil dan makanan. Ia juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam hubungan sosial kemasyarakatan antar negara.

“Dato’ Nazri dikenal membantu seniman dan budayawan Batam menggelar aktivitas seni budaya di luar Batam seperti Kuala Lumpur, Johor, dan Singapura,” ujar Kepala Bidang Seni Budaya dan Sejarah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam yang sekaligus mantan Ketua Umum Dewan Kesenian Batam, Samson Rambah Pasir.

Ia juga pernah mengepalai rombongan besar Malaysia dalam program perhelatan Tamadun Melayu di Provinsi Kepri. Nazri juga turut serta dalam memperkenalkan kebudayaan Melayu yang ada di Malaysia. Baru saja menulis lirik lagu Sayang Laksemana dan meluncurkan albumnya di Malaysia dan Batam.

Selain Dato’ Nazri, warga negara lain yang ikut mendapatkan Anugerah Batam Madani dari Pemko Batam adalah Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan. Putera Melayu Pattani Thailand itu dilahirkan di Kampung Bukit, Tanjung Mas, Narathiwas, Thailand Selatan, pada 29 Desember 1960 silam.

Mulai menimba ilmu di Bangkok dan Kuala Lumpur. Kini bekerja sebagai dosen di Fakultas Kemanusiaan dan Sains Sosial di University Prince of Songkla (PSU), Kampus Pattani, Thailand, sekaligus menjabat sebagai Kepala Nusantara Studies Center di perguruan tinggi tersebut.

Aktifitas sosial yang pernah ia lakoni ialah sebagai Sekretaris Jenderal World Melay Polynesian Organisation Cabang Thailand. “Yaitu sebuah badan jaringan Dunia Melayu yang berpusat di Kota Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia,” sebut Samson.

Pernah menjabat sebagai Penasihat Akademi bagi Daerah Bachok, Provinsi Narathiwas, Thailand, Kepala Program Pembangunan Wirausaha Daerah Bachok, Provinsi Narathiwas, Thailand serta Kepala Proyek Penubuhan Kolej Komunitas Narathiwas Cabang Daerah Bachok, Provinsi Narathiwas, Thailand.

Nik Abdul Rakib juga pernah menjabat sebagai Kepala Proyek Jaringan Malaysia-Indonesia-Brunei-Singapura-Patani di Fakultas Kemanusiaan dan Sains Sosial di Universitas Prince of Songkla, Kampus Pattani, Thailand, Ketua Penyelenggara Pertemuan Penyair Nusantara VIII di Patani, Thailand.

Ia dikenal aktif dalam kegiatan kebudayaan, terutama Melayu, di Tanah Semenanjung, Riau dan Kepri. Selain sebagai penyair yang sering hadir membacakan puisi dalam helat Kenduri Seni Melayu, Nik Rakib juga pernah membawa tim kesenian Thailand untuk tampil di panggung Kenduri Seni Melayu (KSM),

Rombongan yang dipimpin Nik Rakib pernah terjebak banjir dalam perjalanan di kawasan perbatasan Thailand – Malaysia. Selain itu, rombongan Nik juga selalu diperiksa di wilayah Thailand dan perbatasan. Demikianlah suka duka Nik dan kecintaan Nik untuk menghadiri KSM.

“Atas dedikasinya inilah Pemko Batam memberikan Anugerah Kenduri Seni Melayu 2015 kepada itu,” tutup Samson. (rng)

Respon Anda?

komentar