Bentengi Pemuda dari Pengaruh Negatif Globalisasi, Ibnu Sina Gelar Talk Show Penguataan Nilai-Nilai Kebangsaan

384
Pesona Indonesia
Ibnu Sina Batam. Foto: Suprijal Tanjung/ Batam Pos
Ibnu Sina Batam.
Foto: Suprijal Tanjung/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemahaman akan nilai-nilai kebangsaan, aturan serta simbol negara, kian luntur di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Menurut koordinator Focus Group Discussion (FGD) Nusantara, Adri Wislawawan, nilai-nilai ketimuran generasi muda, semakin luntur akibat pengaruh budaya Barat.

”Hal ini disebabkan derasnya arus globalisasi. Penghayatan serta kecintaan terhadap bangsa sendiri hampir hilang, padahal masa depan Bangsa Indonesia terletak pada generasi saat ini,” ujarnya di sela-sela talk show mengenai Penguataan Nilai-Nilai kebangsaan di Kampus Ibnu Sina Batam, Senin (21/12) malam.

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut perwakilan dari Kodim 0316 Batam, Kapten Baziduhu Zebua, ketua Komisi Informasi Publik Provinsi Kepri, Arifudin Jalil, dan wakil ketua III STAI Ibnu Sina Batam, Fauzi.

Baziduhu Zebua mengatakan, saat ini, dunia sedang mengalami perang baru, yaitu menghalangi kemajuan suatu bangsa, dengan strategi proxy war melalui media, doktrin seks bebas, narkotika dan radikalisme.

Arifudin Jalil mengharapkan generasi muda harus memahami nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, serta NKRI.
Fauzi memfokuskan kepada pendidikan karakter untuk memupuk jati diri bangsa agar tidak terkikis di era globalisasi saat ini.

Presiden Mahasiswa STT Ibnu Sina Batam, Evis Saputra menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka cipta wacana dan cipta kondisi. Ini juga untuk menguatkan rasa cinta tanah air di lintas generasi muda agar mampu menguatkan jati diri bangsa di era globalisasi. ”Budaya intelektual harus terus dibangun di kalangan mahasiswa. Peran mahasiswa dinantikan di masa,” katanya. (sta/bpos)

Respon Anda?

komentar