Ini Saran Bea Cukai untuk Pengusaha Batam

971
Pesona Indonesia
Nugeroho, Kepala-Bea Cukai Batam. Foto: cecep mulyana/batampos
Nugeroho, Kepala-Bea Cukai Batam. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam turut berupaya mendorong pertumbuhan investasi di Kepri, khususnya di Batam. Salah satunya dengan menyederhanakan aturan dan proses pemasukan barang dari luar negeri atau daerah pabean menuju kawasan non-pabean Batam.

“Ada hal-hal yang harus dilakukan lewat Kantor Pajak dan Bea Cukai, contohnya pemangkasan birokrasi,” tegas Kepala Kantor Pelayanan Utama BC Tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo, Rabu (23/12).

Selain itu, BC juga tengah mensosialisasikan pemahaman mengenai pentingnya bagi para pengusaha untuk segera melaporkan barang-barang masuk dari luar negeri atau daerah pabean menuju Batam. Tiap barang yang masuk harus dicap (endorsment) terlebih dahulu di Kantor BC agar mendapat fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Jika tidak melapor, maka akan dikenakan PPN. Hal tersebut yang banyak tak diketahui oleh pengusaha,” ujar Wahyu.

Pihaknya juga tengah mendorong paket baru kebijakan yakni PPN 0 Persen. Dengan kata lain, para pengusaha tidak perlu melaporkan lagi barang-barang miliknya yang masuk menuju Batam, dengan tujuan untuk menjaga kondusivitas industri di Kota Industri ini.

Selain itu, BC telah menggelar acara penandatangan Deklarasi Bersama Pengendalian Gratifikasi bersama dengan sejumlah asosiasi pengusaha Batam beberapa waktu lalu. Dengan penandatanganan deklarasi ini, maka pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ketahuan menerima gratifikasi dari pengguna jasa maka terancam dipidana oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jangan pernah lagi beri gratifikasi kepada pegawai Bea Cukai. Kalau ada yang coba-coba, maka si pemberi dan si penerima bisa dilaporkan kepada unit pengendalian gratifikasi (UPG) untuk diproses lebih lanjut,” katanya.

Nugroho menjelaskan, UPG merupakan unit yang dibentuk berdasarkan instruksi dari Kementerian Keuangan untuk menerima laporan gratifikasi dan memprosesnya lebih lanjut sampai ke tingkat KPK. “Saya berharap dengan deklarasi ini menjadi langkah agar Indonesia bebas korupsi,” katanya lagi.

Deklarasi ini mendapat respon yang cukup baik dari asosiasi pengusaha. Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gapeksi), Daniel Burhanuddin mengatakan hal ini sangat penting mengingat para pengusaha sebagai pengguna jasa turut diawasi.

“Saya juga mengimbau pengusaha agar jangan coba-coba memberi gratifikasi. Anjuran ini harus segera dilaksanakan untuk kepentingan negara,” katanya.

Sementara sejumlah pengusaha di Batam mengaku sudah merasakan pelayanan dari BC Batam yang jauh lebih baik. “Sudah profesional pekerjaan di sana,” kata Jadi Rajagukguk, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, kemarin (23/12).

Jadi mengatakan, dalam setahun terakhir ini pihaknya tidak pernah mendapatkan keluhan atau pun pengaduan dari pengusaha mengenai kendala dan hambatan pelayanan di Bea Cukai.

“Sejauh ini aman-aman saja. Belum ada laporan. Kalau memang ada pengusaha yang dirugikan terkait pelayanan langsung lapor ke pimpinannya saja,’ katanya.

Hal yang sama disampaikan oleh Kasman, seorang pengusaha di Batam. Menurut dia, prosedur pemasukan barang ke Batam sudah semakin mudah dan cepat.

“Kalau beberapa tahun ini malah saya katakan tidak ada halangan, semua baik-baik saja. Pelayanannya bagus. Saya di sini tidak bela siapa-siapa, tapi kita sampaikan sesuai kenyataan,” katanya.

Kasman juga mengaku mendengarkan testimoni yang sama dari para rekan bisnisnya. Menurut dia, ini merupakan kemajuan di tubuh BC yang akan mendorong pertumbuhan perekonomian, khususnya di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) Batam.

“Kalau ada pelayanan dipersulit, pasti bergejolak. Seperti masalah beras itu. Saya berani katakan bahwa memang Bea Cukai itu sudah profesional dalam bekerja,” katanya. (rifki/alfian)

Baca Juga:
> BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kepri 2015 Melambat
> Ini yang Akan Dilakukan Gubernur Kepri Agar Inflasi di 2016 Rendah
> Kata BI, Ini yang Harus Dilakukan Kepri Agar Ekonomi Tumbuh 7 Persen di 2016
> BI Prediksi Ekonomi Kepri Tumbuh 7 Persen di 2016
> Ekonom Singapura Prediksi Rupiah Paling Terpuruk di Asia pada 2016

Respon Anda?

komentar