Ini yang Akan Dilakukan Gubernur Kepri Agar Inflasi di 2016 Rendah

252
Pesona Indonesia
Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana memberikan penjelasan saat mengahdiri acara pertemuan tahunan yang diadakan oleh Bang Indonesia cabang Kepri, Rabu (23/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana memberikan penjelasan saat mengahdiri acara pertemuan tahunan yang diadakan oleh Bang Indonesia cabang Kepri, Rabu (23/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Penjabat (Pj) Gubernur Kepri, Agung Mulyana mengakui harga komoditas kebutuhan pokok di Kepri, khususnya di Batam, memang mengalami kenaikan luar biasa.

“Hal tersebut terjadi karena hampir semua komoditas pertanian didatangkan dari luar,” katanya dalam pertemuan tahunan yang digelar Bank Indonesia (BI) kantor Perwakilan Kepri di Batam, Rabu (23/12).

Agar harga bisa stabil, pihaknya tengah menjajaki kerjasama antar daerah dengan Jambi. Selain untuk menekan harga dengan menjamin ketersediaan pasokan, kerjasama ini juga untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kepri.

“Di Jambi, cabai sekilo Rp 7 ribu, sedangkan di Batam cabai sekilo bisa sampai Rp 60 ribu,” katanya.

Komoditas cabai ini sangat penting, kata Agung. Sebab cabai merupakan salah satu penyumbang inflasi terbesar. Dia berharap, dengan kerjasama antardaerah ini, inflasi tahun 2016 bisa berkurang.

“Dalam waktu dekat, komoditi Jambi mungkin akan membanjiri Kepri,” harapnya. (rifki)

Baca Juga:
> Kata BI, Ini yang Harus Dilakukan Kepri Agar Ekonomi Tumbuh 7 Persen di 2016
> BI Prediksi Ekonomi Kepri Tumbuh 7 Persen di 2016
> Ekonom Singapura Prediksi Rupiah Paling Terpuruk di Asia pada 2016

Respon Anda?

komentar