Kata BI, Ini yang Harus Dilakukan Kepri Agar Ekonomi Tumbuh 7 Persen di 2016

262
Pesona Indonesia
Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Hasibuan menunjukkan ponsel cerdas yang diproduksi di perushaan tersebut kepada Pejabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana, Selasa (3/11/2015). Foto: istimewa
Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Hasibuan menunjukkan ponsel cerdas yang diproduksi di perushaan tersebut kepada Pejabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana, Selasa (3/11/2015). Foto: istimewa

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) perwakilan Kepri yakin  pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 7 persen pada 2016 bisa dicapai. Syaratanya, harus menjalankan tiga prioritas kebijakan, yakni meningkatkan nilai tambah industri, memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan, ketiga percepatan pembangunan infrastruktur.

“Salah satu sektor industri yang berkontribusi 39 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan menyerap 25 persen tenaga kerja adalah industri pengolahan,” kata Kepala BI Kantor Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, dalam pertemuan tahunan di kantor BI Batam, Rabu (23/12).

Peningkatan peran industri pengolahan, kata Gusti, dapat dimulai dari membangun industri hulu pemasok bahan baku maupun bahan pendukung untuk industri-industri hilir.

“Dan industri hulu ini dimaksud meliputi industri berskala UMKM untuk mendorong pemberdayaan masyakarakat kecil,” tutur Gusti.

Selain itu, perlu juga pengembangan sektor lainnya yang memiliki potensi luar biasa, yakni sektor pariwisata dan maritim. (rifki)

Baca Juga:
> BI Prediksi Ekonomi Kepri Tumbuh 7 Persen di 2016
> Ekonom Singapura Prediksi Rupiah Paling Terpuruk di Asia pada 2016

 

Respon Anda?

komentar