Kecepatan Berkendara di Batam Menurun, Tingkat Kejenuhan Sudah 90 Persen

464
Pesona Indonesia
ilustrasi macet
ilustrasi macet

batampos.co.id – Padatnya volume kendaraan dan sempitnya akses jalan raya membuat tingkat kejenuhan berkendara di Batam mencapai angka 90 persen. Hal itu bisa berdampak pada polusi udara dan suara oleh pembuangan asap (emisi).

“Arus lalu-lintas tidak stabil. Volume padat dan kecepatan rendah,” ujar Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Batam, Dendi Purnomo.

Ia mengatakan untuk saat ini rata-rata kecepatan kendaraan di Batam hanya 50 Km/jam. Padahal standar kecepatan suatau kendaraan yang tidak menimbulkan emisi pada 60 km/jam.

“Setiap tahun kecepatan selalu menurun, tahun lalu 58 km/jam. Dan tingkat kejenuhan selalu meningkat,” terangnya.

Dendi menjelaskan untuk pengujian emisi kendaraan di Batam sendiri banyak yang tidak mecapai kelulusan. Dari sampel 2000 kendaraan, untuk kendaraan bahan bakar bensin lulus 98 persen, sedangkan kendaraan bahan bakar solar hanya 62 persen kendaraan.

“Dalam uji emisi ini kita sarankan Dishub dan Sat Lantas untuk gencar melakukan uji petik kendaraan. Termasuk angkutan umum dan angkutan barang,” tegas Dendi.

Meski kecepatan kendaraan di Batam selalu menurun, dampak limbah  pembuangan asap yang ditimbulkan belum dikategorikan berbahaya. “Kalau hasil pencemaran masih normal,” tegasnya.

Menurut Dendi, untuk mengurangi pencemaran akibat lambatnya kecepatan kendaraan tersebut, pihaknya melakukan evaluasi kinerja lalu-lintas bersama Sat-Lantas Polresta Baelang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Batam.

“Kita harus mengambil langkah. Seperti memperlebar jalan dan mengurangi volume kendaraan,” pungkasnya. (opi)

Baca Juga: Kendaraan di Batam Capai 765.931 Unit

Respon Anda?

komentar