Singapura & Malaysia Penyumbang Wisman Terbanyak ke Batam

521
Pesona Indonesia
Turis-turis asal Singapuran  menyaksikan kesenian tradisional kuda lumping di Golden Prawn Bengkong,  Senin (28/9/2015).  Kesenian asal tanah Jawa itu menjadi satu dari sekian banyak kesenian yang disuguhkan oleh Golden Prawn untuk  menghibur para turis mancanegara.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Turis-turis asal Singapuran menyaksikan kesenian tradisional kuda lumping di Golden Prawn Bengkong, Senin (28/9/2015). Kesenian asal tanah Jawa itu menjadi satu dari sekian banyak kesenian yang disuguhkan oleh Golden Prawn untuk menghibur para turis mancanegara. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id –¬†Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam masih didominasi dari Singapura dan Malaysia. Dua negara tersebut masing-masing merupakan penyumbang wisman terbesar pertama dan kedua untuk Batam.

“Singapura dan Malaysia masih tetap jadi andalan kita,” kata Rudi Panjaitan, Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam, Kamis (24/12).

Rudi menyebutkan, jumlah kunjungan wisman ke Batam terus meningkat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada 2010, kunjungan wisman ke Batam tercatat sebanyak 1.007.446 orang, kemudian tahun 2011 sebanyak 1.161.581, tahun 2012 sebanyak 1.219.608 orang, tahun 2013 sebanyak 1.336.394 orang, dan tahun 2014 sebanyak 1.454.110 orang.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan wisman dari Singapura. Rinciannya, pada 2010 wisman Singapura sebanyak 602.362 orang, 2011 sebanyak 695.153 orang, tahun 2012 sebanyak 694.208 orang, tahun 2013 sebanyak 753.611 orang, dan 2014 sebanyak 855.485 orang.

Kemudian di urutan kedua adalah Malaysia. Tahun 2010 lalu sebesar 132.116 wisman Malaysia ke Batam. Tahun 2011 sebesar 153.733 orang, tahun 2012 sebanyak 166.425 orang, tahun 2013 sebesar 187.088 orang, dan tahun 2014 sebesar 185.997 orang.

Urutan ketiga adalah Korea Selatan. Sepanjang tahun 2010 terdapat 41.815 wisman asal Korsel, 2011 sebanyak 48.203 orang, 2012 sebanyak 52.849 orang, 2013 sebanyak 56.655 orang, dan 2014 sebanyak 61.116 orang.

Di urutan keempat adalah India. Tahun 2010 India menyumbang wisman sebanyak 24.024 orang, 2011 sebanyak 27.176 orang, 2012 sebanyak 32.579 orang, 2013 sebanyak 38.129 orang, dan tahun 2014 sebanyak 40.969 orang.

Wisman asal Filipina berada di urutan kelima. Di tahun 2010 lalu ada sebanyak 24.736 orang Filipina berlibur ke Batam, 2011 sebanyak 34.774 orang, 2012 sebanyak 37.649 orang, 2013 sebanyak 37.274 orang, dan 2014 adalah sebanyak 38.827 orang.

Sementara di urutan keenam adalah negara Tiongkok. Di tahun 2010 lalu jumlah wisman Tiongkok sebanya 14.875 orang, 2011 sebanyak 22.019 orang, 2012 sebanyak 26.281 orang, 2013 sebanyak 31.717 orang, dan 2014 sebnyak 35.113 orang.

Di urutan ketujuh adalah Jepang. Tahun 2010 lalu jumlahnya sebanyak 18.438 orang, tahun 2011 sebanyak 19.161 orang, tahun 2012 sebanyak 21.076 orang, tahun 2013 sebanyak 23.130 orang, dan tahun 2014 sebanyak 21.895 orang.

“Kalau data di tahun 2015 belum lengkap. Tetapi itulah gambaran tujuh besar penyumbang wisman kita, masih dari Asia semua.” kata Rudi.

Sementara untuk Wisman dari Amerika Latin seperti Brazil, Uruguai, Honduras dan beberapa daerah lainnya, tidak terlalu besar jumlahnya. Tetapi kunjungan wisman asal Amerika dan Australia diperkirakan akan meningkat, meski tidak terlalu besar.

“Tinggal bagaimana kita siap untuk memberikan fasilitas dan menyambut mereka,” katanya.

Tingginya kunjungan wisman ke Batam, kata Rudi, dipengaruhi beberapa hal. Diantaranya banyaknya agen perjalanan (travel agent) yang sebagian besar sudah tersertifikasi. Di mana travel agent yang di Batam bisa bekerjasama dengan yang di Singapura untuk membuat paket perjalanan.

“Jadi dari Singapura sudah langsung bebas ke sini,” katanya.

Andika, Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) DPD Provinsi Kepri menyambut baik keputusan dari pemerintah pusat untuk membebaskan visa ke Indonesia. Ia yakin ini akan berpengaruh besar untuk peningkatan turis mancanegara ke Batam dan Kepri pada umumnya.

“Di Singapura dan Malaysia masih sangat banyak turis yang tidak bisa datang ke Batam karena memang tidak ada visa. Banglades, Pakistan, Tiongkok dan negara lainnya banyak di Singapura dan itu sangat berpeluang besar untuk kita datangkan ke Indonesia,” katanya

Ia berharap dalam waktu dekat pemerintah langsung merealisasikannya. Ia yakin semua agen travel yang ada di Batam dan Kepri pada umumnya sudah siap untuk menyambut ini.

Untuk menunjang keberadaan Wisman di Batam ini, terdapat sejumlah fasilitas pendukung seperti hotel dan fasilitas lainnya.

Berdasarkan klasifikasi hotel berbintang yang di data di tahun 2013 lalu, maka di Batam hingga saat ini hanya ada satu hotel dalam kategori bintang lima yakni Montigo Hotel dan Resort di Nongsa. Sementara hotel bintang empat ada 23 unit yakni Batam View Beach Resort Nongsa, BCC Penuin, Hotel GGI Harbour Bay, Golden View Bengkong, Goodway Lubuk Baja, Holiday Inn, Harmoni One, Harmoni Hotel, Harmoni Suite Lubuk Baja, Harris Hotel, Harris Resort Hotel, Nagoya Mansion, I Hotel, Mercure Hotel, Nongsa Point Marina, Novotel, Pasific Palace Hotel, Panorama Regency Hotel, Planet Holiday, Turi Beach Resort, Vista Hotel, KTM Resort dan Metro Puri Harmoni Apartment.

Sementara hotel kategori bintang tiga ada 21 unit yakni 89 hotel, Acacia Hotel, Batam Center Hotel, Biz Hotel, Cristal Hotel, Formosa Hotel, Harbour Bay Amir Hotel, Lyori Aerotel Hotel, Island Garden Hotel, Island Garden Hotel, Nagoya Plaza Hotel, King Hotel, Gideon Hotel, Centro Hotel, Puri Garden Hotel, Raflesia Hotel, Seruni Hotel, Swiss Inn Hotel, Swiss Bell inn Batam Bukit Senyum, Swiss Bell Harbour Bay, The Hill dan Utama Hotel.

Hotel bintang dua hanya ada sekitar enam hotel di antaranya Amaris Nagoya Hotel, Aviari Hotel,Merlion Hotel, Newton Hotel and Spa, Sari Jaya Hotel dan Venesia Hotel. Sementara hotel bintang satu ada 14 hotel yakni 01 Hotel, Gita Wisata Hotel, HH-Hotel, Holiday Hotel, Horisona Hotel, Island View Hotel, Kolekta Hotel, Millenium Hotel, Ozon Internasional Hotel, Pelita Hotel, Ramayan Hotel, Soutlinks Country Club and app, S Hotel, dan Sentosa Hotel. Sementara sisanya sekitar 125 unit adalah hotel non bintang atau yang kerap disebut hotel kelas melati.

“Kalau hotel kelas melati ini sebagian besar ada di Lubuk Baja dan Jodoh meski memang saat ini sudah mulai banyak di daerah Batuaji dan Sagulung,” katanya.

Selain memiliki jumlah hotel yang banyak, Pariwisata Batam juga memiliki ratusan fasilitas pendukung perhotelan seperti restoran, rumah makan, massage dan tempat hiburan. Makanya tidak heran jika banyak orang asing yang datang ke Batam juga hanya untuk mencari wisata kuliner dan juga hiburannya.

Dari pendataan di tahun 2013 oleh Disparbud, tempat hiburan di Batam ada sekitar 252 tempat yang terdiri dari 93 tempat karaoke, 12 bar, 114 massage, 17 tempat biliar, sembilan lapangan golf, dan tujuh bioskop.

Selain tempat hiburan di Batam juga tersedia tempat makan yang bisa memanjakan para wisatawan pecinta kuliner. Sedikitnya ada sekitar 474 tempat makan dan minum di Batam yang terdaftar hingga 2013 lalu. Ini terdiri dari restoran sekitar 189 unit, jumlah ini jauh lebih banyak dari jumlah rumah makan yang terdaftar yakni sebesar 156 unit. Sedangkan jumlah kedai kopi di Batam mencapai 129 unit.

“Jadi siapa pun itu dan dari mana asalnya, maka tidak akan kesulitan mencari makanan yang disukai di Batam,” terangnya.

Sementara bagi wisatawan yang hendak berbelanja di Batam juga terdapat pusat perbelanjaan sekitar 20 unit. Ini belum termasuk pertokoan dan ruko. Sebagian besar di antaranya terletak di Batamcenter dan Nagoya-Jodoh. (ian)

Respon Anda?

komentar