Tarik Wisman, Disparbud Batam Hidupkan Kembali Kegiatan Internasional

298
Pesona Indonesia
Tim Podsi Kepri memacu perahunya saat mengikuti lomba Sea Eagle Boat Race yang di gelar di Belakangpadang beberapa waktu lalu. Disparbud Batam akan menghidupkan kembali kegiatan yang berskala internasional guna menarik wisatawan mancanegara agar berkunjung ke Batam. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
Tim Podsi Kepri memacu perahunya saat mengikuti lomba Sea Eagle Boat Race yang di gelar di Belakangpadang beberapa waktu lalu. Disparbud Batam akan menghidupkan kembali kegiatan yang berskala internasional guna menarik wisatawan mancanegara agar berkunjung ke Batam.
Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Tahun ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam terpaksa memangkas sejumlah kegiatan internasional. Padahal kegiatan tersebut menyumbang jumlah wisatawan mancanegara cukup signifikan. Tahun ini Batam kehilangan potensi 10 ribu wisman. Untuk itu diharapkan sejumlah iven internasional dihidupkan kembali tahun 2016.

”Kita minta beberapa kegiatan yang berskala internasional yang sempat dihapuskan, bisa dihidupkan kembali tahun depan,” kata Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata, Rudi Panjaitan, Jumat (25/12).

Beberapa kegiatan itu di antaranya Tour de Barelang, Nongsa Challange, Batam Internasional Carnaval, Sea Eagle Boat Race, dan balap sepeda kerja sama Sicysport Singapura, dan Barclays Inggris.

”Semua kegiatan itu selalu ramai diikuti wisman. Bukan hanya dari Asia, juga dari Eropa dan Amerika,” katanya.

Ia mencontohkan iven tour de Barelang selama ini ramai diikuti peserta dari berbagai negara di dunia. Singapura, Amerika, Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya selalu ambil bagian. Batam Carnaval Internasional dan pagelaran Sea Eagle Boat Race diikuti negara-negara di ASEAN. ”Kalau ini dihidupkan kembali akan banyak datang ke Batam,” katanya.

Dipangkasnya sejumlah kegiatan ini, kata Rudi juga dikarenakan anggaran sangat terbatas. Tercatat, di tahun 2015 ini anggaran untuk Disparbud hanya sekitar Rp 5,8 miliar. Ia berharap tahun depan anggaran itu, juga dari pusat akan mengalami peningkatan.

Sementara itu Yudi Kurnain, Ketua Komisi II membantah bahwa komisinya tidak berpihak kepada pariwisata Batam.

Menurutnya, pembahasan anggaran untuk dinas pariwisata berdasarkan usulan yang disampaikan Dinas Pariwisata sendiri.

”Kita tidak ada memotong. Apa yang mereka usulkan itu yang kita bahas, tidak ada kita coret,” kata Yudi.

Terkait anggaran yang minim, Yudi juga tidak mau banyak berkomentar banyak. Apakah di 2016 akan dinaikkan atau tidak. Ia juga menegaskan bahwa Komisi II mendukung kemajuan pariwisata yang ada di Batam. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar