Potensi Melimpah, PAD Batam Ternyata hanya Rp 891,9 Miliar

943
Pesona Indonesia
Galangan-Kapal-7-F-Cecep-Mu
Galangan kapal, salah satu penggerak ekonomi Batam di sektor industri manufacture. Foto: batampos

batampos.co.id – Dana perimbangan dari pemerintah pusat masih menjadi sumber pendapatan terbesar Kota Batam. Dari postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam 2016, pusat menyokong sebanyak 63 persen.

Sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) Batam hanya menyumbang 37 persen saja. ”Ketergantungan kita terhadap pemerintah pusat dalam struktur keuangan masih sangat besar, yakni 63 persen” ungkap Muhammad Musofa.

Komponen pendapatan terbesar APBD 2016 Rp2,59 triliun, lanjut Musofa masih banyak bersumber dari dana perimbangan. Dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), serta bagi hasil pajak dan nonpajak.

Sedangkan PAD Batam hanya menyumbangkan Rp 891,9 miliar. Didapatkan dari empat sektor, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, serta lain-lain PAD yang sah. ”Seharunya pemerintah daerah masih dapat meningkatkan pedapatan,” kata Musofa.

Dari sektor retribusi, pemerintah masih berpeluang cukup besar untuk mendapatkan tambahan penghasilan, bila ditata dan dikelola dengan baik. Contohnya retribusi parkir tepi jalan umum yang jumlahnya terus menjamur. ”Namun keberadaannya belum tertata dan terkelola dengan baik,” katanya.

Retribusi daerah dari pelayanan pengangkutan sampah, angkanya lanjut Musofa, bisa terus meningkat seiring bertambahnya hunian serta obyek retribusi. Begitupun dari sektor pajak. ”Potensinya masih terbuka luas,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Batam ini.

Dalam kesempatan itu pihaknya menyoroti penurunan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari Rp 97 miliar di tahun 2015 menjadi Rp 90 miliar di tahun 2016. Melihat peningkatan hunian, harunya pendapatan dari sektor ini terus meningkat.

”Dana bagi hasil provinsi dan daerah harusnya juga semakin meningkat. Seiring bertambahnya jumlah kendaraan serta konsumsi pemakaian BBM,” tuturnya lagi.

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan menuturkan penerimaan pendapatan dan pembiayaan APBD Kota Batam 2016 ditargetkan Rp 2,590 triliun. Meningkat Rp 211 miliar atau naik 8,90 persen dibandingkan APBD-P 2015. Diperoleh dari PAD, serta dana perimbangan.

Dahlan menyampaikan PAD Kota Batam ditargetkan mencapai Rp891 miliar. Terdiri dari pajak daerah Rp 673 miliar, retribusi daerah Rp 80 miliar. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp11 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp 126 miliar.

Dana Perimbangan dari pemerintah pusat di tahun 2016 diperkirakan mencapai Rp 1,011 triliun. Terdiri dari dana bagi hasil pajak Rp 158 miliar, dana bagi hasil (DBH) bukan pajak Rp 126 miliar. Dana alokasi umum (DAU) Rp576 miliar, dana alokasi khusus (DAK) Rp 149 miliar, serta lain-lain pendapatan yang sah diperkirakan Rp496 miliar. (hgt)

Respon Anda?

komentar