Akhir Desember, Perda Perlindungan Anak Disahkan

357
Pesona Indonesia
Riki Indrakari. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Riki Indrakari.
Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan Anak telah rampung. Ranperda ini akan segera disahkan sebelum tahun berganti. “Sebelum Kamis (31/12) nanti disahkan,” kata Riki Indrakari, anggota Panitia Khusus Pembahasan Perda Perlindungan Anak, Senin (28/12).

Pembahasan Ranperda ini memang sengaja digesa. Sebab, kasus dan permasalahan yang melibatkan anak di Batam terus bermunculan. Pada dasarnya, anak memiliki sejumlah hak yang harus dilindungi. Namun, pemerintah belum memiliki payung hukum khusus terkait perlindungan anak. Perda inilah yang kemudian akan memayungi dan melindungi hak-hak anak di Batam.“Kemarin sempat ada usulan dari organisasi-organisasi yang peduli dengan anak. Dan akhirnya, usulan tersebut dapat terakomodir dalam Perda ini,” katanya.

Beberapa contoh usulan yang muncul belakangan, yakni, perlunya Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) khusus di wilayah Batam, perlunya kantor bagi P2TP2A. Juga tentang aturan anak sebagai pekerja.

Kepala Badan BPPPA-KB Nurmadiah mengatakan, pihaknya sebelumnya telah menyiapkan draft Ranperda terkait perlindungan anak. Berkas ini kemudian dibahas dalam rapat pansus pembahasan selama hampir satu bulan. Rapat pembahasan dilakukan marathon. Bisa dua hingga tiga kali dalam seminggu. “Kami sangat berharap Ranperda ini bisa segera disahkan,” katanya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar