DPRD Batam Dukung Pemko Mekarkan 12 Kecamatan di Batam Jadi 21 Kecamatan

254
Pesona Indonesia

kantor_walikotabatambatampos.co.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk memekarkan 12 kecamatan di Batam jadi 21 kecamatan sepertinya tak main-main. Pasalnya, selain tengah mengkaji rencana itu. Pemko Batam juga menyaring aspirasi masyarakat yang ingin memberikan nama bagi bakal kecamatan baru tersebut.

“Masyarakat boleh saja mengusulkan, misalnya yang berkait dengan nilai historis (sejarah) di wilayah tersebut,” ujar Kepala Bagian Humas Pemko Batam, Ardiwinata, Kamis (11/2).

Meski menerima masukan nama, sambung Ardiwinata, pihaknya juga sudah menggodok beberapa nama untuk sembilan kecamatan baru itu. Ada yang diambilkan dari nama kelurahan dari kecamatan pecahan sebelumnya, namun ada juga nama baru yang diusulkan berdasarkan kajian dari beberapa aspek.

Dimulai dari Kecamatan Batamkota yang akan dipecah jadi tiga dengan penambahan dua kecamatan baru, yakni Kecamatan Belian dan Kecamatan Melayu Kota. Begitu juga untuk nama kecamatan baru yang rencananya merupakan pecahan dari Kecamatan Lubukbaja dan Kecamatan Batuampar, rencananya akan dinamai Kecamatan Nagoya.

“Kecamatan Melayu Kota dan Nagoya ini masih tentatif, masih bisa berubah,” jelas Ardi.

Selanjutnya, ada Kecamatan Nongsa yang bakal dipecah dua, dengan tambahan baru yakni Kecamatan Kabil. Kecamatan Batuaji dimekarkan satu lagi yakni Kecamatan Buliang. Kecamatan Sekupang dipecah dua dengan tambahan baru Kecamatan Tiban. Kecamatan Seibeduk juga dipecah dua, dengan tambahan baru Kecamatan Mangsang. Terakhir, Kecamatan Sagulung akan dipecah tiga, dengan tambahan baru Kecamatan Tembesi dan Kecamatan Sungai Lekop.

“Tapi sekali lagi, itu masih dikaji dan belum fixed (pasti),” kata dia.

Rencana pemekaran dan menjaring masukan nama kecamatan baru itu ternyata mendapat respon positif dari DPRD Kota Batam. Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris mengatakan pemekaran kecamatan dinilai sudah mendesak demi menjamin kualitas pelayanan bagi masyarakat.

“Yang penting harus disesuaikan dengan postur APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) serta infrastruktur yang ada,” kata dia.

terkait penjaringan nama kecamatan baru oleh Pemko Batam, dia katakan itu tak jadi masalah.

“Kan ada forum komunikasi RT/RW, kelurahan dan kecamatan, minta saja masukan dari sana,” ujarnya.

Terpisah, Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa menilai pemekaran kecamatan juga akan memperbaiki kualitas layanan keamanan yang diterima masyarakat. Pasalnya, dengan penambahan kecamatan maka juga akan ada penambahan Polisi Sektor (Polsek) di masing-masing kecamatan tersebut.

“Kalau selama ini satu Polsek meng-cover wilayah yang cukup luas, tentu berbeda kalau satu Polsek jangkauannya lebih pendek, sehingga keamanan diharapkan juga lebih terjamin,” ujar dia.

Sedangkan untuk pemberian nama kecamatan, Musofa mengusulkan sebaiknya mengakomodir nama daerah atau kelurahan yang sudah ada yang hendak dikembangkan. Hal itu, kata dia, lebih memudahkan masyarakat mengenali wilayah tersebut.

“Bagusnya begitu, misalnya Batam Kota dipecah ada Kecamatan Belian, sekarang kan nama kelurahan itu memang ada,” kata Politisi Hanura itu.

Yang penting, ia menyambung, lokasi kantor kecamatan nantinya harus berada di ibukota kecamatan yang telah ditentukan. Misalnya pemecahan Kecamatan Sekupang yang dikembangkan jadi dengan kecamatan baru, Kecamatan Tiban.

“Bisa saja nanti ibukota Kecamatan Tiban itu di Tiban Indah,” kata dia. (rna)

Respon Anda?

komentar