Lima Tahun Tak Naik Tarif, ATB Lakukan Efisiensi

348
Pesona Indonesia
Peningkatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning dari 300 liter/detik menjadi 600 liter/detik. Penambahan kapasitas IPA tersebut untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pelanggan
Peningkatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning dari 300 liter/detik menjadi 600 liter/detik. Penambahan kapasitas IPA tersebut untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pelanggan

Tarif memberi peran yang sangat penting untuk kelangsungan sebuah perusahaan air minum. Semakin besar selisih antara tarif dengan  biaya produksi dan distribusi air, perusahaan air minum akan semakin leluasa melakukan peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

Namun tarif yang terlalu tinggi juga dikhawatirkan akan berakibat memberatkan pelanggan. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya RI, Rizal Ramli, seperti yang dirilis salah satu media online nasional.

“Selisih antara tarif dan biaya produksi tidak akan bisa dimanfaatkan secara optimal bila perusahaan air minum tidak dikelola dengan efektif. Tarif hanya akan semakin memberatkan bila perusahaan air minum tidak bisa mengendalikan kebocoran air serta mengefektifkan pengolahan dan pendistribusian air,” ungkap Corporate Communication Manager ATB Enriqo Moreno.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, perusahaan air minum terbaik di Indonesia itu berupaya melakukan beragam efisiensi, mulai dari mengendalikan tingkat kebocoran air hingga melakukan optimalisasi pengolahan dan pendistribusian air kepada pelanggan. Sehingga, meski tidak menaikan tarif selama lima tahun terakhir, pelayanan kepada pelanggan tetap prima.

“Selama lima tahun terakhir terjadi beberapa kenaikan, mulai dari kenaikan tarif listrik, UMK, hingga harga zat kimia yang diperlukan untuk pengolahan air bersih. ATB sudah melakukan beberapa upaya agar tetap dapat memberikan layanan prima kepada pelanggan meski tidak ada kenaikan tarif selama lima tahun terakhir ATB melakukan efisiensi dengan menurunkan tingkat kebocoran air hingga 15,17 persen. Selain itu melakukan efisiensi SDM hingga mencapai 2,24 per 1.000 pelanggan, namun efisiensi tersebut dapat bertahan hingga kapan?” tegasnya.

Enriqo melanjutkan, efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan air terbaik di Indonesia tersebut ada batasnya. Ia khawatir, terlalu banyak melakukan efisiensi justru akan menurunkan kehandalan pelayanan kepada pelanggan.

“Selama ini efisiensi yang kami lakukan masih berjalan dengan baik. Pelayanan kepada pelanggan masih tetap handal. ATB tetap mampu melakukan investasi untuk menjaga kehandalan suplai air kepada pelanggan. 2015 lalu ATB bahkan melakukan penambahan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning dari 300 liter/detik menjadi 600 liter/detik, membangun pontoon, hingga membuat jaringan pipa dari Dam Duriangkang ke Dam Mukakuning. Dana yang dibutuhkan untuk infrastruktur tersebut membutuhkan dana sekitar Rp14,229 milliar. Hanya saja hingga kapan efiseinsi tersebut dapat dilakukan?” tutupnya. (*)

Respon Anda?

komentar