ATB Lakukan Ini agar Tarif Lebih Bermanfaat

381
Pesona Indonesia
Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Piayu yang memiliki kapasitas produksi 150 liter/detik. IPA yang mulai beroperasi tahun 2000 tersebut merupakan tempat pengolahan air pertama yang dibangun ATB.
Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Piayu yang memiliki kapasitas produksi 150 liter/detik. IPA yang mulai beroperasi tahun 2000 tersebut merupakan tempat pengolahan air pertama yang dibangun ATB.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya RI, Rizal Ramli melalui Majalah Air Minum mengungkapkan bahwa saat ini ada 300 PDAM Sehat namun tidak bankable. Artinya PDAM tersebut belum bisa mendapat tambahan sumber pendanaan lain dari bank karena belum memenuhi persyaratan tertentu.

Oleh karena itu, agar PDAM dapat bersaing, Rizal berencana membentuk Dewan Air Nasional agar bisa menetapkan harga air yang lebih eknomis. Hal tersebut seperti yang dirilis salah satu media online nasional berdasarkan pernyataan Rizal saat konfrensi pers pada akhir Desember 2015 lalu di Gedung BBPT Jakarta.

Corporate Communication Manager PT. Adhya Tirta Batam (ATB) Enriqo Moreno mengungkapkan, ATB sudah bankable sejak tahun 2009 lalu. Perusahaan air minum terbaik di Indonesia tersebut sudah mendapat tambahan sumber dana dari bank sejak tahun tersebut.

“ATB memanfaatkan pendanaan dari bank sebagai salah satu tambahan sumber dana agar dapat lebih mengoptimalkan pelayanan air bersih kepada pelanggan. Apalagi pertumbuhan pelanggan di Batam terbilang tinggi, karena laju pertumbuhan penduduk juga sangat tinggi,” ujar Enriqo.

Ia melanjutkan, agar bisa mendapatkan pendanaan dari bank, sebuah perusahaan air minum memang harus terlebih dahulu memiliki tarif air bersih yang sesuai dengan harga jual. Semakin besar marjin antara harga jual dengan harga produksi dan distribusi air, PAM/PDAM akan semakin leluasa untuk memanfaatkan marjin tersebut agar memberi manfaat yang lebih banyak untuk pengembangan layanan air bersih/minum.

“Selisih antara tarif air dengan biaya produksi dan distribusi tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan pinjaman ke kreditur. Meski demkian, kami tetap menerapkan air yang terjangkau untuk kalangan rumah tangga. Kami memberlakukan subsidi silang. Sehingga bila dirata-rata tarif air ATB hanya Rp5.000/m3, masih jauh lebih rendah dari rata-rata air bersih di kota besar lain seperti Jakarta dan Surabaya yang sudah mencapai Rp7.000/m3,” tutupnya. (*)

Respon Anda?

komentar