Di Natuna, Sepi Ikan Segar

277
Pesona Indonesia
Ikan segar mulai langka di pasar tradisional Ranai akibat cuaca buruk. Tampak kios ikan terlihat lengang di pasar tersebut, padahal biasanya ramai dan dipenuhi ikan-ikan segar, Selasa (23/2). f aulia rahman/batam pos
Ikan segar mulai langka di pasar tradisional Ranai akibat cuaca buruk. Tampak kios ikan terlihat lengang di pasar tersebut, padahal biasanya ramai dan dipenuhi ikan-ikan segar, Selasa (23/2).
f aulia rahman/batam pos

batampos.co.id – Ikan segar di pasar tradisional Ranai mulai langka. Kelangkaan ini menurut pedagang karena nelayan tidak berani melaut akibat cuaca buruk di musim angin utara. Musim ini terkenal dengan ganasnya gelombang laut yang tinggi. Bahkan kelangkaan ikan segar tersebut terjadi di beberapa daerah lainnya seperti di Kecamatan Bunguran Barat dan Pulau Tiga.

Akibatnya, harga ikan pun meroket tajam. Biasanya ikan tongkol per ekor dikisaran harga Rp 10 ribu, kini naik me njadi Rp 60 ribu per ekor.

”Memang parah sekarang. Sudah ikannya langka, harganya pun naik berlipat-lipat. Masa dari biasanya Rp 10 ribu sekarang dijual Rp 60 ribu. Itu pun ikannya tak segar,” ungkap Atun, warga Ranai yang memilih ikan di Pasar Ranai, Selasa (23/2).

Menurut para pedagang ikan di Pasar Ranai, langkanya persediaan ikan segar di pasar tradisional saat ini disebabkan nelayan enggan melaut. Tidak hanya disebabkan cuaca buruk saja, namun terjadinya perubahan suhu dan arus air laut.

”Ikan sulit didapat. Sudah seminggu ikannya langka begini,” kata Rahman, pedagang ikan. Mayoritas masyarakat Natuna mengonsumsi ikan segar terutama ikan jenis Tongkol. Ikan tersebut merupakan ikan permukaan yang ditangkap dengan alat pancing. Nelayan di Natuna jarang menggunakan alat tangkap jenis jaring untuk ikan seperti ini. Sebagai pengganti, kini masyarakat banyak mengonsumsi daging ayam. (arn/rpg)

Respon Anda?

komentar