Gubernur: APBD Harus Tepat Sasaran

354
Pesona Indonesia

Gubernur-Serahkan-DPA-2016-Kepada-SKPD4batampos.co.id – Gubernur Kepri Muhammad Sani, menegaskan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang diterima masing-masing Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Kepri harus efesien dan tepat sasaran. Mengingat Provinsi Kepri masih mengalami defisit anggaran.

“Tidak perlu bersedih dengan kondisi anggaran tahun ini. Yang terpenting bagaimana kita bisa lebih efesien dan bekerja keras. Dan perlu diingat, kita juga jangan hanya sekedar berpikir tentang output dari apa yang dikerjakan, tetapi berpikirlah outcome,” ujar Gubernur dalam sambutannya saat penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD 2016 di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (23/2).

Dalam sambutannya, Gubernur Sani mengatakan kepada jajarasan SKPD, meskipun APBD 2016 mengalami penurunan secara kuantitas, namun diharap tidak perlu dirisaukan. Karena yang terpenting bagaimana memaksimalkan anggaran yang ada dengan efektif dan efesien. Ketimbang dengan anggaran yang besar namun tidak maksimal penyerapannya.

Gubernur juga mengingatkan agar pelayanan publik harus menjadi prioritas utama. Dan sebagai pemerintah yang bekerja melayani masyarakat, maka yang menjadi tolak ukur keberhasilan adalah kepuasan masyarakat atas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.
“Pelayanan publik harus kita utamakan. Dan ini menjadi sangat penting,  itulah tugas kita, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain itu dalam melaksanakan anggaran bagian keuangan juga diminta harus sering berkoordinasi dengan kejaksaan, sehingga bebas dari permasalahan hukum. Tidak hanya itu, pimpinan juga tidak hanya duduk di belakang meja, namun harus bekerja fokus dan selalu turun ke bawah.

“Ingat, dua pelayanan dasar yang selalu kita kedepankan dan senantiasa mendapat porsi anggaran lebih adalah dibidang pendidikan dan kesehatan. Dan ini sesuai dengan visi serta misi kita untuk lima tahun kedepan,” ujarnya lagi.

Adapun visi dan Pemerintah Provinsi Kepri untuk lima tahun kedepan adalah sama dengan visi dan misi lima tahun sebelumnya. Hanya saja untuk periode ini ada tambahan ‘unggul di bidang maritim’.

“Visi dan misi itu adalah acuan bekerja kita. Kenapa masih sama, karena masih banyak PR yang periode sebelumnya belum saya selesaikan. Dan PR itu merupakan janji saya kepada masyarakat. Alhamdulillah, saya terpilih lagi. Artinya, Allah masih mengizinkan saya untuk memenuhi janji-janji itu,” ujar Gubernur. Hadir pada penyerahan DPA ini Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, dan beberapa anggotanya, Forum Koordinasi Perangkat Daerah (FKPD) dan para tokoh masyarakat. Sementara itu, Wakil Ketua TAPD Kepri Naharuddin, mengatakan APBD Kepri Rp 3,056 trilun.

Pendapatan Rp 3,026 triliun, dengan rincian pendapatn berasal dari PAD sebesar Rp 1,1 triliun, pajak daerah sebesar Rp 1,04 triliun. Retrebusi Rp 3,062 miliar. Pendapatan lain-lain yang sah Rp 65,1 miliar. Dana perimbangan Rp 1,6 triliun yang berasal dari Bagi Hasil Pajak dan bukan pajak sebesar Rp 621,4 miliar.

Dikatakannya juga, Dana Alokasi Khusus (DAU)sebesar Rp 866 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK)sebesar Rp 153,2 miliar. Lain-lain pendapatan daerah dana penyesuaian dan otonomi khusus Rp 276,2 miliar. Pembiayaan Netto dari Silpa sebesar Rp 30 miliar.

Adapun kompenen belanja yang Belanja langsung yang membiyai program dan kegiatan sebanyak 1.624 sebesar  Rp 1,619 triliun atau 53 persen dari APBD. Dan belanja tidak langsung sebesar Rp 1.4,37 triliun atau 47 persen. Anggaran tersebut untuk membiayan belanja pegawai dan tunjangan pegawai, hibah tunjangan belanja bagi hasil dan belanja tidak terduga. (jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar