Ini Wilayah di Indonesia yang Mencuri Perhatian di TTE Expo 2016 Manila

416
Pesona Indonesia
Salah satu stan di Travel Tour Expo (TTE), di SMX Convention Center, Manila, Filipina.
Salah satu stan di Travel Tour Expo (TTE), di SMX Convention Center, Manila, Filipina.

batampos.co.id –  Filipina memang masih jauh tertinggal dari Singapore, Malaysia, Australia, China, Jepang, Korea, India, dan Uni Arab Eimirate dari sisi pengunjung wisatawan ke Indonesia. Tapi bagi Indonesia, keberadaan Filipina tetap penting, meski bukan pasar terbesar Indonesia di wilayah ASEAN.

Penyebabnya, bisa jadi karena penerbangan ke negeri petinju terkenal Manny Pacqiau yang masih terbatas. “Rute Manila-Jakarta hanya sekali Garuda dan sekali Phillipines Airlines. Sedangkan Manila-Manado yang jaraknya relatif dekat, dan Manila-Bali tidak ada. Harus transit dulu di Singapura atau  Kuala Lumpur Malaysia,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Jakarta.

Padahal, kalau ditinjau dari jaraknya, cukup diterbangi dalam 3-4 jam saja. Tidak terlalu jauh. Apalagi hubungan Indonesia-Filipina selama ini juga oke-oke saja.

Lalu apa yang membuat “sinyal” pariwisatanya seolah-olah “disconnect” dan serasa jauh? “Kuncinya tetap di promosi. Selama tidak ada promosi, tidak konsisten, dan tidak tepat sasaran, hasilnya tidak akan signifikan,” jelas Arief Yahya.

Karena itu, ketika Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, Selasa (23/2/2016) lalu melaporkan suasana Travel TourExpo (TTE) Filipina 5-7 Februari 2016 lalu, di Manila, atmosfernya mulai beda. Tema destinasi yang dijual untuk Jakarta, Yogyakarta, dan Bali berkibar dan mendapatkan respon yang luar biasa.

Stand Wonderful Indonesia banyak didatangi tamu di acara Travel Tour Expo 2016, 5-7 Februari  itu. Sekedar gambaran, Travel TourExpo (TTE) Filipina 2016 adalah pameran pariwisata skala internasional terbesar di Manila yang bersifat B2C (Consumershow). Agendanya  diselenggarakan setiap tahun oleh Philippine Travel AgenciesAssociation (PTAA).

Tahun ini, untuk pertama kalinya, Travel TourExpo (TTE) Filipina dilengkapi dengan pameran yang bersifat B to B yaitu Travel Trade Expo dengan tempat dan tanggal penyelenggaraan yang sama.

“Ada potensi transaksi sejumlah 1220 pax dengan nilai Rp 1,44 miliar. Saat ini kami masih menunggu hasil transaksi dari Indonesia Galore dan Konsersium Wow Indonesia yang masih berkorrdinasi dengan agen-agen lokal di Filipina,”  papar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, Selasa (23/2/2013).

Menurut Pitana, pasar Manila masih sangat terbuka. Umumnya pengunjung yang hadir ke Travel Tour Expo 2016 mengincar wisata ke Jakarta, Yogyakarta dan Bali. “Di Manila, 10 booth Kemenpar banyak mencuri perhatian pengunjung. Designnya kami buat dengan tema modern

yang dilengkapi dengan LED Monitor sebagai background pada mini stage dan berbagai image yang mewakili greater Batam, Jakarta dan Bali. Yang paling banyak dicari adalah paket-paket ke Jakarta, Yogyakarta dan Bali,” terang Pitana.

Pada Travel Tour Expo (TTE), di SMX Convention Center, Manila, Filipina tadi, delegasi Indonesia membawa serta lima perusahaan biro perjalanan Indonesia, yaitu: PT Nautilus Diving Bali, PT Aneka Kartika Tours & Travel Services, 18 Suite Villa, Max One Hotels Bukit Jimbaran Bali dan Sari Tours. Selain itu delegasi juga membawa serta rombongan penari, pemusik dan penyanyi dari Blitar Rose Dancers. (inf)

Respon Anda?

komentar