Karimun Raup Rp 2,6 Miliar dari Retribusi IMTA pada 2015

352
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pendapatan daerah dari hasil pungutan retribusi perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga kerja Asing (IMTA) di 2015, mencapai Rp 2,6 miliar lebih.

Besaran angka pendapatan ini, diraih dari 1.054 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di 22 perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Karimun.

Dari 22 perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing, tercatat warga negara Thailand terbanyak. Yakni mencapai 538 orang.

Sebanyak 310 di antaranya bekerja di PT Timah (mitra KIP). Warga negara Philipina, termasuk terbanyak kedua yang bekerja di Bumi Berazam. Mereka bekerja di PT Saipem.

”Alhamdulillah, target pendapatan daerah dari retribusi IMTA tahun 2015 mencapai Rp 2,6 miliar lebih. Artinya, sudah mendekati dari target yang kita canangkan sebesar Rp 3 miliar,” ungkap Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karimun Azmizar Tirtati, Selasa (23/2).

Diakui Azmizar, tidak seluruh 1.054 TKA yang dikenakan retribusi pungutan IMTA sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2014. Karena, ada sebanyak 310 TKA yang bekerja di PT Timah (Mitra KIP). Artinya, mereka bekerja di kapal-kapal tambang timah yang pungutannya dilakukan di Pusat. (enl)

Respon Anda?

komentar