Kementerian Pariwisata Genjot Usaha Homestay

ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pengembangan pariwisata di suatu kawasan tidak memberi nilai tambah banyak, jika masyarakat sekitar tak merasakan manfaatnya. Untuk itu, setiap pengembangan suatu kawasan, ekonomi masyarakat sekitar diharapkan bisa ikut menggeliat.

Itulah salah satu prinsip pengembangan pariwisata yang dipegang oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Iya, masyarakat harus merasakan aktivitas ekonomi yang bersumber dari pariwisata,” kata Arief Yahya, di Jakarta.

Dia mencontohkan fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan dirangkai dengan berbagai kegiatan di berbagai daerah, bukan hanya menjadi momentum Kementerian Pariwisata untuk menarik wisatawan semata. Peristiwa Total Solar Eclipse itu juga menjadi peluang buat masyarakat untuk menaikkan ekonomi masyarakat.

Salah satunya melalui pembangunan homestay dan toilet di sekitar kawasan wisata dan tempat even digalar. Hal itu langsung bersentuhan dengan ekonomi masyarakat. Paling tidak di 10 titik destinasi itu akan dibuat program yang sama, agar dampak ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Asisten Deputi tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Oneng Setya Harini menambahkan, menjelang hadirnya fenomena alam GMT pada, 9 Maret, mendatang, Kemenpar juga menggelar kegiatan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona peningkatan kapasitas usaha masyarakat dalam pengelola Homestay. Acara itu digelar di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung dari tanggal 23 hingga 24 Februari 2016 di Belitung.

”Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan mendorong peran aktif masyarakat  untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya Pariwisata di suatu wilayah,” beber Oneng, Selasa (23/2/2016).

Oneng menambahkan, selain itu programnya ini juga diharapkan mampu mendorong masyarakat destinasi Pariwisata yang aktif dan terlibat langsung dalam mewujudkan destinasi Pariwisata yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

”Semua untuk menyambut wisatawan,” kata Oneng.

Oneng juga menjelaskan bahwa agenda yang dilaksanakannya ini merupakan pembinaan kepada masyarakat yang menjalankan usaha mikro di bidang pariwisata agar mereka mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan kepariwisataan.

Kata Oneng, sasarannya adalah  10 destinasi prioritas yang ada di Indonesia dan prioritas teknisnya adalah dilaksanakan peningkatan kapasitas usaha masyarakat.

”Khususnya pengelola Homestay. Yang hadir ini diikuti oleh 400 peserta,” kata Oneng, di sela-sela acara di Belitung.

Nara sumber program kegiatan tersebut adalah banyak dari praktisi dan akademisi.

”Kampanye sadar wisata melalui media seni dan aksi sapta pesona yang akan diikuti oleh 400 masyarakat di sekitar pantai ini, bagian dari usaha kami untuk menyambut GMT dan meningkatkan peran masyarakat pada Pariwisata,” bebernya.

Sedangkan pesertanya, imbuh Oneng, banyak dari unsur pemerintah, kelompok sadar wisata, komunitas Pecinta lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh adat, ibu rumah tangga, pelaku industri dan pedagang disekitar lokasi.

”Selain di belitung kegiatan serupa akan dilaksanakan di 10 destinasi prioritas,” ujarnya.(rif)

Respon Anda?

komentar