Wisata Religi Makin Menggeliat di Indonesia

456
Ribuan umat Islam melaksanakan rangkaian ibadah di Masjid Istiqlal Jakarta yang menggelar program Dzikir Nasional Manaqib Qubro.
Ribuan umat Islam melaksanakan rangkaian ibadah di Masjid Istiqlal Jakarta yang menggelar program Dzikir Nasional Manaqib Qubro.

batampos.co.id – Langkah Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka keran wisata religi ke Indonesia makin diminati. Terbukti puluhan ribu muslim hadiri wisata religi Dzikir Nasional Manaqib Qubro, Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (21/2/2016). Semua khusyuk mengikuti acara yang disokong penuh Kementerian Pariwisata itu.

Pemandangan di Minggu (21/2/2016) subuh, Masjid Istiqlal benar-benar dipenuhi puluhan ribu orang. Ada yang datang dari wilayah Priangan Timur seperti wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Sumedang, Subang dan Bandung.

Rombongan ini menggunakan berbagai bus. Saat tiba di Istiqlal, mereka tetap mengantre hanya untuk mendapatkan air wudlu dan beristirahat sejenak dengan rangkaian salat sunat, menunggu datangnya Adzan Shubuh.

Kepadatan itu belum berakhir. Menjelang pagi hari, warga Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan Palembang juga ikut masuk ke Istiqlal. Itu belum termasuk jamaah asal Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Mereka begitu bersemangat, sehingga tak mempedulikan berbagai antrean di semua area.

“Masih ada potensi yang tersembunyi untuk digali, diperkuat, dan dioptimalkan dari wisata religi. Mudah-mudahan even wisata religi di DKI Jakarta bisa menjadi prioritas unggulan yang dapat menyumbangkan pergerakan pariwisata di Jakarta dan sekitarnya. Dengan begitu akan terbangun citra positif bagi pariwisata DKI Jakarta yang tidak hanya menyajikan wisata yang bersifatentertainment, rekreatif, dan hingar-bingar semata, tetapi dapat menjadi destinasi unggulan wisata religi. Khususnya Masjid Istiqlal Jakarta,” ujar Menpar Arief Yahya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/2/2016).

Menurut Arief Yahya, pergerakan wisata religi berdampak sangat baik bagi perekonomian. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, terjadi kenaikan hingga 165 persen perjalanan wisata yang didasarkan pada wisata religi. Yang lebih penting lagi, wisata religi menjadi pembeda dan ciri khas peradaban bangsa Indonesia.

Ada beberapa penceramah yang tampil di Dzikir Nasional Manaqib Qubro, Masjid Istiqlal. Antara lain pendiri sekaligus sesepuh Ponpes Sirnarasa, Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Al Maslul alias Abah Gaos; Ketua Yayasan Ponpes Sirnarasa, KH Dadang Mulyawan yang tak lain menantu dari Abah Gaos; dan penceramah kondang KH Jujun Junaedi.

KH Jujun Junaedi mengajak seluruh jamaah untuk mempersiapkan diri menjadi bangsa yang siap memenangkan persaingan di  pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kita jangan cuma jadi pasar atau jadi tempat pemasaran produk bangsa-bangsa lain di era MEA. Kita harus jadi bangsa yang pintar dan produktif agar tidak jadi penonton,” imbau penceramah yang kerap tampil di layar kaca itu. (inf)

Respon Anda?

komentar