Conoco Tutup Kilang di Natuna

1831
Pesona Indonesia

gasconocobatampos.co.id – Perusahaan minyak dan gas bumi ConocoPhillips berencana menutup kilang LPG (liquified petroleum gas) di Lapangan Belanak, Blok B Laut Natuna Selatan, akhir tahun ini. Selanjutnya, ConocoPhillips akan fokus pada pengolahan gas alam.

”Kami sedang persiapan penutupan,” ujar Vice President Development and Relations ConocoPhillips Indonesia, Joang Laksanto, Selasa (23/2) malam lalu.

Joang mengatakan kilang tersebut ditutup lantaran menurut perusahaan skala keekonomiannya sudah menurun. Sayangnya, Joang enggan menjelaskan secara rinci.

Sementara Manager Corporate & External Communication ConocoPhillips Indonesia, Diarmila Sutedja menambahkan, saat ini proses penutupan kilang LPG tersebut masih menunggu persetujuan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK-MIGAS).

”Kami memang mengajukan decomissioning (penghentian operasional, red) untuk kilang LPG Belanak,” kata Mila, Rabu (24/2) malam.

Senada dengan Joang, Mila juga enggan merinci alasan keekonomian yang menyebabkan ConocoPhillips memilih menutup kilang LPG tersebut. Saat ini produksi LPG di kilang terapung (Floating Producing Storage Offshore) mencapai 10 ribu barel LPG per hari.

Mila menegaskan, penutupan kilang ini tidak ada kaitannya dengan rencana ConocoPhillips melepas seluruh sahamnya di Blok B Natuna. ”Ini dua proses yang sama sekali berbeda,” kata dia.

Namun dia tak menampik, proses pelepasan saham atau lebih dikenal dengan farm out ini tetap berjalan sesuai rencana awal. Targetnya, semua proses lego saham ini rampung pada pertengahan 2017 mendatang.

Saat ini, ConocoPhillips menguasai saham Blok B sebesar 40 persen. Sisanya dipegang oleh Inpex Corporation sebesar 35 persen dan PT Chevron Pacific Indonesia sebesar 25 persen.

”Sejauh ini kan sudah open data. Kami beri kesempatan pada calon peminat dahulu,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah perusahaan menyatakan minatnya untuk membeli saham ConocoPhillips di Blok B Natuna Selatan. Di antaranya adalah PT Pertamina.

Selain ConocoPhillips, PT Chevron Pacific Indonesia juga dikabarkan akan melego 25 sahamnya di Blok B Natuna Selatan.

Sekedar diketahui, wilayah kerja migas Blok B Natuna Selatan dikembangkan sejak 1979. Blok ini memiliki jumlah produksi minyak sebanyak 30 ribu barel per hari (bph) dan gas bumi mencapai 300 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). (jpgrup)

Respon Anda?

komentar