Pengusaha Keberatan dengan UU Tapera

232
Pesona Indonesia
Warga miskin bisa menghirup udara segar saat bangun pagi. mereka dijamin untuk punya rumah.
Warga miskin bisa menghirup udara segar saat bangun pagi. mereka dijamin untuk punya rumah.

batampos.co.id – UU Tapera mendapat penolakan dari berbagai pelaku usaha karena dinilai membebani. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menganggap UU Tapera berbenturan dengan program andalan pemerintah yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Ketua Kadin Pusat, Rosan Roeslani, mengatakan kebijakan yang digulirkan pemerintah seharusnya dapat menciptakan lapangan kerja, bukan malah memberatkan pengusaha.

”Kita sebetulnya terus terang agak kecewa juga, tetapi pemerintah mungkin punya pandangan lain. Itu kan jadi beban perusahaan dimana sebenarnya sudah ada di BPJS. Apakah kebijakan ini akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru atau memberatkan. Kalau menurut saya begitu,” ujar Rosan.

”Tetapi ditanya beban pengusaha berapa dan pekerja berapa ya pasti bebannya ke perusahaan. Harusnya beban itu nanti dikompensasi ke kebijakan lain yang bisa membuat biaya ekonomi tinggi makin turun bisa pajak, ekspor dan sebagainya.”

Menanggapi hal ini Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan seluruh pekerja dan perusahaan harus menaati UU Tapera ini. Kata Wapres, UU itu dibuat untuk memberi kesejahteraan kepada warga masyarakat, khususnya pekerja, dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal.

”Kalau sudah ada Undang-undangnya (dinomori, red), tidak ada urusan, pengusaha dan pekerja harus ikut saja,” kata Wapres Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Rabu (24/2).

Dia menjelaskan penyusunan UU Tapera tersebut dimaksudkan agar para pekerja dapat memiliki rumah tinggal tetap, sehingga tidak lagi mengontrak atau menyewa. Terkait penolakan dari kalangan pengusaha, Kalla mengatakan para pengusaha tidak boleh menolak perintah UU yang bertujuan supaya para pekerja bekerja dengan baik.

”Masa pengusaha menolak dia punya pekerja dapat rumah? Nanti supaya dapat bekerja lebih tenang, kalau tidak ada rumah kan kontrak terus, bagaimana pekerja bisa bekerja dengan tenang?” tukasnya.

Sementara itu Ketua Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy mengatakan Tapera sebagai tabungan sebenarnya memiliki semangat yang sama dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk meningkatkan pembelian rumah dengan dana murah dan memiliki jangka panjang.

”Adanya tabungan ini penting, tetapi harus dikelola dengan baik dan memiliki jaminan. Soal pengusaha yang merasa terbebani pungutan itu bisa disesuaikan nantinya,” kata Eddy. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar