RP 6 Triliun Habis untuk Perawatan Sakit Paru dan Kardiovaskular

386
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kementerian kesehatan akan memberi perhatian penuh terhadap penyakit paru dan kardiovaskuler, termasuk di antaranya penyakit asma.

Data kementrian kesehatan, tercatat, setiap tahunnya hampir enam triliun rupiah dihabiskan untuk penanganan kedua penyakit ini.

Hal tersebut disampaikan menteri kesehatan Nila Farid Moeloek, dalam acara ulang tahun yayasan asma Indonesia, pada Minggu pagi (28/02).

Menteri yang juga Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) ini mengatakan penyakit yang paling kronis dan merugikan negara ini salah satunya disebabkan oleh rokok .

Dari data badan kesehatan dunia (WHAO) memperkirakan 1,1 juta anak di dunia meninggal setiap tahunnya akibat penyakit paru-paru.

“Nomor satu penyebab kematian dan yang menyerap dana yang terbesar dari BPJS adalah penyakit cardiovaskular tentu disini termasuk paru-paru yang sebagai penyebabnya juga yang saling keterkaitan. hanya dengan 750 ribu, tidak sampai 1 juta dana 5,8 triliun terserap tahun 2015 sampai kuartal ketiga.” ujar Menteri Kesehtan.

Menteri Nila Moeloek menambahkan, untuk mengurangi penderita penyakit cardiovaskular, perlu kontribusi banyak pihak, termasuk di antaranya dari organisasi kemasyarakatan untuk menyehatkan lingkungan sekitar.

Untuk bisa mengetahui penyakit asma sejak dini, masyarakat bisa memeriksa paru-parunya dengan peak flow meter. Sementara untuk menjaga agar tidak terkena asma, masyarakat bisa melakukan senam asma. (JPG)

Respon Anda?

komentar