Ada Kolosal “Mendulang Timah” di Festival GMT Belitung

663
Pesona Indonesia
Tari Pendulang Timah garapan Andrea Hirata bakal memeriahkan festival GMT di Blitung 9 maret 2016. Foto. blitunginfo.com
Tari Pendulang Timah garapan Andrea Hirata bakal memeriahkan festival GMT di Blitung 9 maret 2016. Foto. blitunginfo.com

batampos.co.id – Belitung termasuk kawasan yang bakal bisa melihat fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT). Momen ini dimanfaatkan untuk menyedot wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, dengan menggelar festival di Blitung.

Tak hanya Presiden Joko Widodo bahkan memilih Tanjung Kelayang sebagai lokasi menyaksikan fenomena alam itu.
“Belitung itu tidak jauh-jauh amat, cuma 45 menit dari Jakarta. Silakan hadir ke Tanjung Kelayanh Belitung, Negeri Laskar Pelangi. Sambil menikmati pantai, dan aneka wisata bahari di sana,” ajak Menpar Arief Yahya di Jakarta.
Di Pulau Jawa termasuk Jakarta juga terjadi, gerhana itu. Hanya saja, tidak bulat 100 persen, tetapi cuma 88,76 persen. GMT yang 100 persen hanya melintas di 12 kota, Sumbar, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Babel, Kalbar, Kalsel, Kateng, Kaltim, Sulbar, Sulteng dan Maltara. “Silakan pilih, ada total 100 event di 12 titik kota itu,” lagi-lagi promo Menpar Arief Yahya.
Kepala Dinas Pariwisata Bangka Belitung, Tadjudin mengatakan bahwa wilayahnya mendapatkan kehormatan menikmati GMT bersama masyarakat dan wisatawan serta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
”Rencananya beliau hadir 9 Maret dan menyaksikan gerhana di Pantai Tanjung Kelayang,” ujar Tadjudin, Minggu (28/2/2016).
Kata Tadjudin, dalam rangka persiapan agenda menyambut Jokowi, khususnya untuk menginformasikan dan menghibur wisatawan dengan cara penguatan tata artistik, musik dan koreografi, pihaknya akan menggelar pargelaran kolosal “Mendulang Timah” karya Andrea Herata.
”Nantinya ada musisi Dwiki Dharmawan dan koreografer Eko Pece Supriyanto dalam rangka acara Puncak GMT di Belitung. Acara ini akan dimulai setelah GMT lewat pada pukul 7, jadi sekitar pukul 9 pagi acara ini dimulai menghibur wisatawan dan pak Jokowi,” ujarnya.
Karya ini sangat mengedepankan kearifan lokal. Pasalnya, sinopsi yang dikedepankan oleh acara ini adalah kegiatan asli masyarakat Belitung dan juga hasil karya seorang seniman yang membantu promosi Belitung di tanah air.
”Andrea Hirata termasuk orang yang berjasa mengangkat nama Belitung dengan karya filmya Laskar Pelangi, dan dia akan menampilkan keaslian masyarakat kami lewat seni kolosal nanti. Nantinya akan banyak tarian yang tubuhnya dilumuri timah. Sangat artisitik dan maha karya seni yang patut disaksikan,” ujarnya.
Targetnya, 100 ribu pengunjung wisatawan nusantara dan 10 ribu wisatawan mancanegara.
Selain itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menyatakan sebanyak 150 astronom asal Amerika Serikat akan berkunjung ke Kabupaten Belitung untuk menyaksikan GMT.
“Kita sudah menerima perwakilan astronom asal Amerika Serikat untuk melihat langsung akomodasi, penginapan, sarana dan prasarana yang dipersiapkan pemerintah daerah,” kata Kabid Promosi dan Pemasaran Disbudpar Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Yani Hazir di Pangkalpinang.
Ia menjelaskan pemerintah provinsi dan kabupaten telah sudah mempersiapkan berbagai agenda pariwisata, sosialisasi, menyambut gerhana matahari total di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Belitung, Belitung Timur dan Kabupaten Bangka Tengah.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Ekonomi, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan dalam mengoptimalkan persiapan menyambut GMT. “Alhamdulillah banyak astronom, pelajar dan wisatawan mancanegara dan nusantara yang meminati gerhana matahari total ini,” ujarnya.
Ia mengatakan saat ini tingkat pesanan hotel untuk tanggal 8 hingga 10 Maret 2016 sudah mencapai 80 persen dan ini menunjukan minat astronom dan wisatawan cukup tinggi.
“Kita harapkan pengelola hotel dan pelaku wisata untuk terus mengoptimalkan persiapan, agar wisatawan puas dan menjadikan agenda tahunan mereka untuk berwisata ke negeri ini,” ujarnya.
Menurut dia gerhana matahari total ini sebagai momentum untuk memperkenalkan wisata daerah ini tingkat dunia yang akan dihadiri wisawatan asing dan nusantara.
“Kita terus melakukan berbagai persiapan, agar wisatawan tidak hanya menyaksikan GMT tetapi juga menikmati keindahan alam pantai, seni budaya dan kuliner khas di daerahnya. (inf)

Respon Anda?

komentar