Batamindo Industrial Park Bangkit Lagi, Investor Mulai Berdatangan

2860
Pesona Indonesia
Gerbang masuk Kawasan Industri Batamindo. Foto: istimewa
Gerbang masuk Kawasan Industri Batamindo. Foto: istimewa

batampos.co.id -Batamindo Industrial Park atau populer dikenal dengan sebutan kawasan Industri Batamindo di Mukakuning mulai “bersemi” kembali setelah beberapa tahun terakhir ditinggal sekitar 30 persen tenant-nya.

Hal itu dibuktikan dengan beberapa investor yang membuka pabrik di sana mulai mengembangkan usahanya di kawasan itu juga. Tidak membuka di negara lain.

Manager Admin and General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hioeng, membenarkan kalau saat ini sejumlah perusahaan di Batamindo mulai bangkit kembali. Beberapa di antaranya melakukan perluasan usaha, dan ada juga yang dalam tahap negosiasi.

“Seperti PT Sumitomo Wiring System, kini dalam proses (perluasan usaha), rekruitment (pekerja) juga sedang dilakukan. Ada juga yang lain, satu perusahaan asal Jepang dan perusahaan asal Prancis dalam proses negosiasi,” kata Tjaw Hioeng kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Senin (29/2/2016).

Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para pencari kerja di Batam. Sebab perluasan usaha tentu akan dibarengi dengan penambahan tenaga kerja.

“Dengan memperluas usaha sudah pasti akan menampung tenaga kerja kan,” katanya.

Namun kabar baik tersebut, katanya, harus didukung iklim investasi yang sehat. Dalam hal ini dia mencontohkan hubungan industrial yang buruk antara pekerja dan pengusaha harus diakhiri.

“Iklim investasi harus mendukung juga, jangan suka demo, jangan suka mogok kerja, hal ini yang ditakuti mereka (pengusaha, red),” ucapnya.

Dia menjelaskan, rencana perluasan usaha yang dilakukan investor kini bisa saja terganggu akibat aksi demo maupun mogok kerja dan berdampak untuk kelangsungan usaha para investor.

“Bayangkan tiba-tiba ada mogok kerja, produksi terganggu padahal harus dipenuhi. Barang yang dikirim minggu ini harus minggu ini, kalau tertunda karena mogok akhirnya mereka memilih berinvestasi di negara lain yang lebih aman bagi mereka,” jelasnya.

Tjaw Hioeng menambahkan, hingga kini di Batamindo terdapat 66 perusahaan yang beroperasi. Sedikitnya ada 50.000 orang yang saat ini bekerja di 66 perusahaan tersebut.

Beberapa waktu lalu, General Manager Batamindo, Mook Sooi Wah mengatakan pihaknya fokus untuk memberikan kenyamanan investor. Sebab menurutnya, kenyamanan merupakan pertimbangan penting bagi investor.

“Kita harus jaga yang ada. Seperti Siemens keluar kita rugi 700 kesempatan kerja,” ucap Mook saat menyambut kedatangan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Sri Adiningsih, Jumat (26/2/2016).

Batamindo sempat mencapai kejayaanya pada tahun 2000-an. Jumlah tenaga kerja yang terserap saat itu lebih dari 85 ribu orang dengan jumlah PMA 95 perusahaan. Namun menurun hingga 74 PMA. (cr13/cr20/nur)

Respon Anda?

komentar