Jembatan Dompak Kembali Dibahas di Jakarta

567
Pesona Indonesia
Keadaan terakhir pembangunan Jembatan I Dompak Tanjungpinang. Hari ini, kelanjutan pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Tanjungpinang dengan Pulau Dompak ini kembali dibahas di DPRD Kepri. F. Faradilla Vewey / Batam Pos.
Keadaan terakhir pembangunan Jembatan I Dompak Tanjungpinang. Hari ini, kelanjutan pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Tanjungpinang dengan Pulau Dompak ini kembali dibahas di DPRD Kepri. F. Faradilla Vewey / Batam Pos.

batampos.co.id – Proses kelanjutan pembangunan Jembatan I Dompak kembali dibahas. Rencananya, Selasa (1/3) pagi ini, jajaran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) bakal bertemu dengan Kementerian PU di Jakarta.

“Ya itu, untuk membahas lagi kenapa bisa roboh jembatan yang belum selesai itu,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Sofyan Samsir, kemarin.

Tak lupa pula, sambung Sofyan, akan hadir PT Wijaya Karya (WIKA), selaku kontraktor yang mengerjakan jembatan bernilai puluhan miliar ini. “Bersama mereka nanti akan dibahas juga lagi soal perencanaan tahap lanjutannya,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Sofyan menjelaskan pihak Komisi Keamanan Jembatan Terowongan Jalan (KKJTJ) merekomendasikan satu kerangka jembatan yang rubuh agar dapat dibongkar keseluruhan, dan dapat dibangun kembali.

“Rubuhnya jembatan kan di ujung satu rangkaian jembatan dari arah Dompak. Nah KKJTJ mintanya satu rangkai itu dirubuhkan saja. Tapi WIKA beranggapan itu tidak perlu,” terang Sofyan.

PT WIKA, lanjut Sofyan, beranggapan bagian yang rusak tidak mengindikasikan adanya kerusakan di satu rangkaian jembatan tersebut. Sehingga PT WIKA bermaksud untuk merobohkan bagian ujung jembatan yang rusak dan membangunnya kembali.

Namun, kata Sofyan, DPRD Kepri dalam hal ini akan meminta penjelasan terlebih dulu kepala KKJTJ mengenai alasan dari rekomendasi yang dituliskan kepada Dinas PU Kepri. “Kalau sudah tahu alasannya baru bisa kami putuskan akan seperti apa lanjutan pembangunannya. Makanya Selasa ini, mudah-mudahan alasan itu bisa kami dapatkan,” katanya.

Namun sejauh ini, kata Sofyan, Komisi III akan mempertimbangkan hal yang menjadi rekomendasi KKJTJ. “Sertifikat pernytaan keselamatan penggunaan jembatan ada di mereka. Jangan sampai jembatan ini tak bersertifikat dan juga menjadi permasalahan yang tak diinginkan di masa mendatang,” tutupnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar