Lahan di Area Hutan Lindung, REI Salahkan BP Batam

586
Pesona Indonesia
Salah satu area hutan lindung di Batam di kawasan dam Mukakuning. Foto: yusuf hidayat/batampos
Salah satu area hutan lindung di Batam di kawasan dam Mukakuning. Foto: yusuf hidayat/batampos

batampos.co.id – Banyak lahan terbengkalai dan tak bisa membangun apapun di atasnya. Salah satu penyebabnya lahan yang dialokasikan BP BatamĀ  tersebut masih kawasan hutan lindung sehingga belum keluar HPL-nya.

“Sangat banyak lahan yang masuk hutan lindung yang sudah dialokasikan. Padahal HPL dari kementerian Agraria dan Tataruang/BPN belum ada sama sekali. Jadinya bermasalah,” kata Djaja Roeslim, ketua REI Khusus Batam, Senin (29/2/2016).

Djaja mencontohkan lahan di kawasan Tanjungundap, Tembesi, Sagulung yang masih dalam kawasan hutan lindung dan Dampak Penting Cakupan Luas dan Bernilai Strategis (DPCLS) yang sudah dialokasikan. Di mana BP Batam belum ada HPL dari pusat.

“Jadi ini akan meniimbulkan masalah baru. Pengusaha awalnya berharap dan yakin BP Batam segera mendapat HPL sebagai syarat untuk membangun atau HGB,” katanya.

Dalam hal ini, Djaja mengaku tidak ada kepastian hukum bagi investor. Ia berharap sebelum mengalokasikan lahan, BP Batam harus memastikan apakah titik lahan yang diberikan tersebut sudah ada HPL atau tidak.

“Untuk lahan yang seperti ini, BP Batam harus menjemput bola dan meminta kepada pusat untuk segera mengeluarkan HPLnya. Sehingga pengusaha bisa segera mendapatkan HGBnya,” katanya. (ian)

Respon Anda?

komentar