Oknum BC yang Minta Uang ke Wisman Diberi Sanksi Tegas

489
Pesona Indonesia
Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang. Foto:Net
Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang. Foto:Net

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang di Kantor DPRD Tanjungpinang Senggarang (29/2) kemarin. Dalam pertemuan tersebut dibahas persoalan, dugaan petugas Bea Cukai yang meminta sejumlah uang kepada wisatawan mencanegara yang datang dengan membawa sepeda di Pelabuhan Internasional Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, belum lama ini.

Beberapa anggota dewan menyoroti persoalan ini. Salah satunya, anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang. Menurutnya, perbuatan yang dilakukan petugas BC kepada Wisman beberapa waktu lalu tergolong pungutan liar (Pungli). Sebab, permintaan uang tidak memiliki dasar peraturan.

“Dari situ kami simpulkan ada niat pemerasan,” ujar Anggota Komisi 1 DPRD Tanjungpinang Beni dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bea Cukai Tanjungpinang di Gedung DPRD Tanjungpinang, Senin (29/2).

Beni melanjutkan, jika petugas meminta uang untuk menjadi jaminan atas barang bawaan, itu tidak ada di dalam aturan. Tapi kemudian, petugas justru meminta masing-masing 100 dolar Singapura kepada wisatawan yang membawa empat sepeda tersebut supaya bisa masuk ke Tanjungpinang.

Kejadian ini menjadi heboh, setelah wisatawan mancanegara asal Singapura tersebut memposting perbuatan yang diterimanya di dalam blog pribadi.

Karena itu, ia meminta pihak BC melakukan pembenahan terhadap SDM di lingkungan BC. Pembenahan SDM ini, diharapkan Beni supaya kedepannya tidak berdampak buruk terhadap masyarakat Tanjungpinang yang balik ingin berkunjung ke Singapura. “Bisa saja mereka membalasnya,” ujarnya.

Adanya kejadian itu, lanjutnya, tentu saja merusak citra baik Tanjungpinang. Padahal, APBD Kota Tanjungpinang sudah terserap banyak untuk mempromosikan Kota Tanjungpinang ke khalayak.

Dalam kesempatan itu, dengan tegas Beni meminta Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Duki Rusnadi untuk memberi sanksi petugas yang menyalahi aturan tersebut. “Jika tidak, kami (DPRD) akan merekomendasikan bapak untuk tidak bertugas di sini lagi,” ujarnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjung, Bobby Jayanto yang hadir dalam forum itu mengatakan, wisman tersebut memang membawa empat unit sepeda, yang akan digunakan dalam kegiatan adventure di Lingga. “Kita malu karena ini sampai ke mata dunia. Apalagi wisman ini seorang pastor, misioner,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Duki Rusnadi mengatakan permintaan terhadap sejumlah uang adalah sebagai bentuk jaminan atas barang bawaan, yang mana nantinya uang tersebut akan dikembalikan ketika Wisman kembali.

Peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu itu, kata Duki lebih disebabkan adanya kesalahan komunikasi, karena perbedaan kemampuan berbahasa inggris antara wisman dan petugas. “Petugas sudah diberikan sanksi disekolahkan lagi,” ujarnya.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga memprotes sanksi yang diberikan. Menurutnya, tidak cukup hanya disekolahkan, petugas bersangkutan harus diberi sanksi tegas. “Jika tidak maka kami akan merekomendasikan agar bapak dipindah. Karena ini masalah internasional,” ujarnya.

Akhirnya disepakati, pimpinan Bea Cukai Tanjungpinang harus memberikan tindakan tegas kepada anggotanya tersebut. Pemberian sanksi juga harus dipublikasikan supaya dunia mengetahui. Tujuannya, agar memulihkan nama baik Kota Tanjungpinang. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar