Operasi Simpati Seligi, Polisi Optimalkan Kawasan Tertib Lalulintas

539
Pesona Indonesia
Rapat persiapan Operasi Seligi Simpatik di Mapolres Karimun. foto:sandi/batampos
Rapat persiapan Operasi Seligi Simpatik di Mapolres Karimun. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Salah satu agenda Polri tahun ini, khususnya di Satuan Lalulintas adalah operasi penertiban terhadap kendaraan bermotor. Untuk itu, Mapolres Karimun melakukan rapat persiapan untuk pelaksanaan Operasi Simpatik Seligi 2016, SeninĀ (29/2).

”Apa yang kita lakukan hari ini (kemarin, red) merupakan rapat pra operasi dan latihan menjelang dilaksanakannya operasi tersebut. Tujuan dari operasi ini tidak lain untuk mengoptimalkan penerapan kawasan tertib lalu-lintas (KTL). Dan, KTL ini lokasinya di Tanjungbalai Karimun berada di Jalan Nusantara,” ujar Kabag Ops Polres Karimun, Kompol Chaidir, usai memimpin rapat.

Dalam Operasi Simpatik Seligi 2016 ini, lanjut Chaidir, tidak saja melibatkan anggota dari Satklantas Polres Karimun. Tapi, juga akan melibatkan anggota dari satuan lain, salah satunya Satuan Sabhara. Hal ini sudah merupan prosedur dalam setiap operasi. Tentunya, inti dari operasi ini adalah untuk meningkatkan kelancaran dan keselamatan dalam berlalu-lintas. Sehingga, dapat menekan pelanggaran lalu lintas di berbagai bidang.

Kasat Lantas Polres Karimun, AKP I Putu Bayu Pati secara terpisah menyebutkan, dalam operasi nanti ada beberapa sasaran, meski sifatnya hanya simpatik, sehingga dalam operasi ini tidak menutup kemungkinan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan. ”Dalam operasi ini memang tujuannya untuk ketertiban dan keselamatan untuk pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor dalam berlalu-lintas,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Putu, harus mematuhi rambu dan marka yang terpasang di jalan raya. Apalagi, jalan-jalan di Pulau Karimun, khususnya jalan di pusat kota kondisinya kecil. Sehingga, kondisi jalan yang kecil tersebut juga dijadikan tempat parkir kendaraan bermotor. Artinya, jalan di pusat kota hanya sepenggal saja yang dilalui, sedangkan sepenggal lagi untuk parkir. Sehingga, untuk kelancaran memang perlu ditata sedemikiian rupa agar lalu-lintas lancar. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar