Setahun Kaliandra Ubah Lahan Gersang di Lingga Jadi Hijau

879
Pesona Indonesia
Ridwan di tengah kebun kaliandra. foto:wijaya satria/batampos
Ridwan di tengah kebun kaliandra. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Setelah setahun berlangsung gerakan Singkep Go Green yang dilakukan Sosiopreneur Demi Indonesia (SDI) Kabupaten Lingga sejak Januari 2015, kini sekitar eman hektare kawasan Cik Latip, Kecamatan Singkep Barat, berubah menghijau dengan tanaman kaliandra merah, jenis tanaman legum. Tanah yang dulunya bekas tambang yang dipenuhi pasir, batu dan liat, seperti hidup kembali.

Saat masuk ke lokasi perkebunan kaliandra, pohon berbunga merah itu terlihat berjejer rapi tumbuh subur dengan tinggi batang rata-rata 4 meter sampai 5 meter. Burung, lebah, kupu-kupu dan hewan lainnya berdatangan ke lokasi perkebunan seolah ekosistim kembali seperti sedia kala.

Kaliandra adalah tanaman energi yang mudah tumbuh serta berfungsi sebagai penyubur tanah. Tak hanya itu, keseluruhan dari tanaman tersebut juga bermanfaat, mulai dari daun sebagai pakan ternak, bunga yang sangat banyak mengandung nektar sehingga sangat berpotensi untuk mengembangkan budidaya lebah madu.

Sedangkan batang pohon kaliandra terbukti mengandung kalori yang sangat tinggi bahkan setara dengan batu bara. Karena berkalori tinggi, penanaman kaliandra di kawasan lainnya di Indonesia ini telah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

Menurut GM Perkebunan Kaliandra Lingga, Ridwan, SDI telah menanam kaliandra di seluruh Indonesia. Bahkan saat ini SDI Majalengka telah memproduksi wood pellets untuk memenuhi kebutuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) masyarakat yang ada di sana.

“Pabrik tahu, kerupuk, makaroni yang ada di Majalengka mengaku sangat beruntung menggunakan wood pellets dari kaliandra ini karena lebih murah dibanding menggunakan bahan baku penghasil energi lainnya,” kata Ridwan ketika ditemui di perkebunan, Senin (29/2) siang.

Ridwan menambahkan, penanaman kaliandra di Cik Latif akan terus dilakukan hingga target 60 hektare lahan ditanami kaliandra. Setelah itu, masih kata Ridwan, SDI Lingga akan bergerak menanam ke Air Mas dengan luas lahan 100 hektare.

Setelah selesai penanaman di Air Mas, Ridwan mengatakan, SDI akan membangun pabrik pembuatan wood pellets di kawasan Jagoh. Sehingga wood pellets tersebut nantinya diperuntukkan sebagai pemenuhan kebutuhan energi jika diperlukan di Kabupaten Lingga.

Namun Ridwan mengaku untuk mencapai target 60 hektere penanaman kaliandra di Cik Latif akan terus dilakukan. Hingga saat ini sejumlah tenaga kerja tempatan yang dipekerjakan SDI Kabupaten Lingga terus melakukan pembibitan dan menanam dilahan tersebut.

“Walau lahan pasca tambang ini tergolong medan yang sulit namun kami terus berupaya untuk menghijaukan kembali lahan ini,” ujar Ridwan.

Selain bertujuan untuk menghijaukan lahan tersebut, Ridwan komitmen untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat Kabupaten Lingga yang secara otomatis berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat juga membuka lapangan kerja baru. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar