Tahun Ini, Lahan Waduk Kawal Digarap

400
Pesona Indonesia
 Gubernur Kepri HM Sani dan Direktur PDAM Tirta Kepri Abdul Kholik saat meninjau Waduk Gesek, tahun lalu. Sementara Waduk Kawal baru akan digarap tahun ini. foto:rpg
Gubernur Kepri HM Sani dan Direktur PDAM Tirta Kepri Abdul Kholik saat meninjau Waduk Gesek yang dikerjakan, tahun lalu. Sementara Waduk Kawal baru akan digarap tahun ini. foto:rpg

batampos.co.id – Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik mengatakan langkah awal untuk pelaksanaan pembangunan Waduk Sei Kawal, Bintan, adalah menyelesaikan persoalan lahan. Karena sebagian punya masyarakat, sebagian masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Tahun ini difokuskan untuk penyelesaian masalah lahan. Karena ada sebagian masuk kawasan hutan lindung,” ujar Kholik, Senin (29/2).

Lebih lanjut katanya, persoalan ini juga sudah disampaikan dalam rapat khusus bersama Gubernur Kepri, Muhammad Sani setelah dua hari dilantik sebagai Gubernur. Karena salah satu konsen pembangunan yang akan dilakukan Gubernur adalah penyediaan air bersih di Provinsi Kepri.

“Persoalan lahan memang harus diselsaikan oleh pemerintah daerah. Karena pembangunan embung dilakukan menggunakan APBN pada 2017 mendatang,” jelas Kholik.

Menurut Kholik, berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 105 tahun 2015, pemerintah pusat memberikan kemudahan untuk pembangunan dalam penggunakan kawasan hutan lindung. Kebijakan tersebut khusus untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan waduk Kawal.

“Hadirnya PP ini tentu memberikan kemudahan bagi daerah. Yang mengganjal tentunya adalah lahan masyarakat yang terkena. Ini yang harus dibicarakan bersama.” Jelasnya lagi.

Ditambahkannya, berdasarkan kajian yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, daya mampunya mencapai 400 liter perdetik. Sehingga kehadiran waduk Kawal bisa untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah untuk wilayah Pulau Binan.

“Detail Engineering Design (DED) sudah siap. Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan tahun ini. Sehingga tidak menggu di 2017,” tutup Kholik.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar