50 Persen Pengguna Toilet Bandara Hang Nadim Kecewa

846
Pesona Indonesia
Bandara Hang Nadim Batam. Foto: batampos
Bandara Hang Nadim Batam. Foto: batampos

batampos.co.id – Sebagai bandara bertaraf internasional, Hang Nadim Batam seharusnya memiliki toilet yang juga berstandar internasional. Baik dari aspek kelengkapan dan kenyamanan fasilitasnya, luasannya, jumlahnya, letaknya, pencahayaan, hingga yang terpenting adalah kebersihannya.

Namun semua itu tampaknya masih jauh dari harapan penumpang di Bandara Hang Nadim. Seorang netizen melalui akun twitternya @jamespapilaya1 mempertanyakan bagaimana kondisi toilet Bandara Hang Nadim?

Pertanyaan itu kemudian ditindaklanjuti akun @batampos dengan menjadikannya sebagai polling untuk memperoleh respon dari publik yang pernah menggunakan toilet di bandara tersebut pada Selasa (1/3/2016) mulai pukul 14.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

Hasilnya, dalam 6 jam polling tersebut direspon 22 pemilik akun. Sebanyak 50 persen mengaku toilet Bandara Hang Nadim Batam mengecewakan, 22 persen mengatakan memalukan, 23 persen mengatakan hanya begitu-begitu saja, dan hanya 5 persen yang mengatakan nyaman.

Toilet memang menjadi bagian penting dari sebuah bandara. Rata-rata calon penumpang maupun penumpang yang baru mendarat di suatu bandara butuh buang air kecil.

Namun di Indonesia, baru ada satu bandara internasional yang memenuhi standar dunia. Yaitu toilet di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Soetta dinilai sukses memenuhi standar dunia dalam kriteria higienitas sehingga meraih penghargaan tertinggi pada Sapta Pesona Toilet Umum Bersih 2015 di Bandara.

Pemberian anugerah yang diprakarsasi oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu dilaksanakan di Jakarta, belum lama ini. Anugerah itu diserahkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Seluruh kelengkapan higienitas disediakan di Bandara Soekarno Hatta, dari segi sensor wastafel pun dipenuhi Bandara Soekarno-Hatta dalam memenuhi pelayanan turis lokal maupun dunia,” kata Ketua Asosiasi Toilet Indonesia Naning Adiwoso yang juga salah satu juri dalam acara itu.

Hal-hal itulah kata dia yang mendorong Bandara Soekarno-Hatta memenuhi syarat standar dunia dalam segi higienitas.

Naning menambahkan bandara tersebut juga mampu memenuhi standar bersih yang membuat penggunanya semakin nyaman ketika menggunakan toilet.

“Bersih itu menjadi kekuatan pariwisata Indonesia, apalagi healthy building sangat difokuskan untuk menuju tahun 2020,” katanya.

Menpar Arief Yahya mengatakan toilet umum bersih di bandara selain menciptakan citra positif destinasi, juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

Indonesia saat ini berada pada ranking 50 dunia dalam hal daya saing pariwisata menurut World Economic Forum (WEF) dan ditargetkan meningkat menjadi ranking 30 dunia dalam lima tahun ke depan.

“Untuk meningkatkan daya saing global tersebut ada tiga faktor yang menjadi kelemahan yakni tourism service infrastructure, health and hygiene, dan environmental sustainability yang harus segera diperbaiki,” kata Arief.

Ia menambahkan, tiga faktor dengan indeks daya saing yang masih rendah di Indonesia di antaranya kesehatan dan higienitas.

“Hal ini menjadi tugas bersama termasuk para pengelola bandara nasional dan internasional di tanah air, untuk meningkatkan fasilitas toilet umum bersih di bandara mempunyai peran penting dalam memenangkan persaingan,” katanya.

Arief mengatakan pemberian penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah kepada stakeholder pariwisata yang sudah bersama-sama berusaha meningkatkan faktor kesehatan dan higienitas. (nur/antara)

Respon Anda?

komentar