Awalnya Bitterballen, Kini Siapkan 101 Dessert

Mei Lany Sofianty, Owner Rumah Kolak Suzanna

661
Pesona Indonesia

kolak suzanna

batampos.co.id – Masih ingat tumpeng raksasa di Lapangan Engku Putri beberapa waktu lalu? Nah,si pemilik Rumah Kolak Suzanna inilah yang ikut memanjat tangga membentuk nasi kuning ke dalam cetakan tumpeng. Dia satu-satunya perempuan yang ada di dalam tim itu. Bersama belasan laki-laki membentuk nasi menjadi tumpeng setinggi 3 meter.

Pemilik nama di medsos, Lani Valentino ini, adalah salah satu anggota club kuliner dari komunitas Tangan Diatas. Karena itu ia ikut dalam gawean akbar pembuatan tumpeng raksasa saat Pesta Wirausaha TDA Batam.
Setahun lalu tepatnya bulan Juni 2015, Lani mulai merintis usaha rumahannya. ”Saya mulai dengan jualan online. Produk pertama saya waktu itu Bitterballen yaitu kudapan khas dari negara Belanda dan aneka produk nugget original berbahan dasar sayur dan daging tanpa bahan pengawet dan MSG,”kata perempuan kelahiran Medan ini.

Berjalan dua bulan usaha kuliner onlinenya, Lani mulai menjajal jualan offline. Ia pun bergabung dengan LDK (Lapak Deret Kuliner) sebuah komunitas UKM yang berlokasi di Engku Putri Batam Center, tepatnya di belakang kantor DPRD Batam atau bundaran Masjid Raya.

”Tepat tanggal 17 Agustus produk saya ada di lapak Deret Kuliner ini bersama puluhan produk milik teman-teman UKM. Disini kami tidak dipunggut bayaran. Umi Shasa dan Om Berbie yang membuatkan wadah berjualan ini,”kata wanita lulusan D3 ASMI Jurusan Sekretaris ini.

Setelah dari produk Bitterballen dan Nugget, Lani mulai merambah kuliner dari Medan khususnya khas Sumatera Utara. Dan Lani juga tahu beragam kuliner ada di kota kelahirannya itu.

Ikan mas arsik, sayur daun ubi tumbuk, ikan teri kacang sambal Medan, lontong Medan serta berbagai macam kue-kue khas tradisional dari Medan menjadi menu andalannya.
”Memang dengan beragam produk banyak juga yang tidak terjual. Lebih banyak uang keluar ketimbang uang masuk. Belum lagi capeknya,”kata Lani.

Ternyata kata Lani duka itu tak membuatnya patah semangat. Ia belum puas, ia kembali mengeluarkan produk-produk dessert seperti es campur Medan, es teler Medan dan kolak durian khas Medan.
”Saya sudah menemukan jati diri di Rumah Kolak Durian ini,”katanya dengan senang.

Memang akhirnya bulan November 2015 lalu, Lani memutuskan fokus pada 1 produk Kolak Ketan Durian. ”Saat ini saya sedang membangun sebuah branding yang di beri nama Rumah Kolak Suzanna. Di Rumah Kolak Suzanna ini, akan ada banyak aneka pilihan olahan kolak durian maupun non durian,” kata wanita yang kini berusia 37 tahun ini.

Gerai pertamanya buka 19 Februari 2016 lalu di New Hill Food Court & Room Stay di di Nagoya Hill, deretan Pizza Hut dan Ace Hardware. Kini omsetnya pun sudah bertambah menjadi Rp1-2 juta perhari. Padahal dulunya, ia hanya bermodalnya Rp 500 ribu saja.

lani, rumah kolak suzanna.txt2

”Ini berkat dukungan dan support dari sahabat-sahabat terbaik saya, umi Shasa, om Berbi owner Shabila Bekakak, bang Ropi owner sijago Rendang Batam, mas Tohar owner Es Pisang Ijo Maligai, mas Angga owner Soes Family, mas Afis owner Kuebue jagonya snack box, mami Lucy Yuni owner dari Pojokue, teteh Tita Yulia dan A’a Tatang Kasep owner Julia Cooking, bunda Hefsty owner RM Angin Mamiri, dan Pak De Ado owner Gudeg Jogja mba Anik. Ucapan terimakasih yang tak terhingga, dan tidak bisa saya balas atas semua dukungan & supportnya,”tutur Lani.

Kini Lani pun mulai merajut impiannya. Ia ingin di gerai offline Rumah Kolak Suzanna ini menjadi pusat dessert di Batam. Akan akan ada 101 menu olahan dessert berupa bubur dan kolak dengan berbagai macam variasi.

”Bagi anda penyuka durian, ready berbagai macam menu olahan kolak durian dan bubur durian. Tapi bagi yang tidak suka durian, Lani juga menyediakan berbagai macam menu olahan bubur dan kolak yang tidak menggunakan bahan durian. Ingin menjajal dessert terenak olahanku datang ke Rumah Kolak Suzanna ya. Buka dari pukulĀ  10.00 hingga pukul 22.00 WIB. Ditunggu ya,”ajak Lani. (agn)

Respon Anda?

komentar