Bupati Lingga: Tidak Ada Lagi Lahan Tidur, Buka Pelayanan Gratis untuk Investor

375
Pesona Indonesia
Bupati Lingga, Alias Wello saat meluncurkan percetakan sawah dan tambak di Desa Sungai Besar. foto:hasbi/batampos
Bupati Lingga, Alias Wello saat meluncurkan percetakan sawah dan tambak di Desa Sungai Besar. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan, kedepan tidak akan ada lahan tidur di Lingga. Seluruh lahan
yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat. Namun untuk itu, butuh investasi dari pihak
swasta. Jika hanya mengharapkan keuangan daerah, hal tersebut hanya akan jadi mimpi. Untuk itu, perlu didukung pula
jaminan dan kemudahan bagi investor.

Awe menekankan dalam program 100 hari kerjanya bersama M Nizar, setiap SKPD digesa memberikan pelayanan gratis. Termasuk perizinan kepada investor yang akan masuk ke Lingga.

Diakui Awe, Desa Sungai Besar menjadi langkah awal sejak kepemimpinannya. Hal ini menjadi pengalaman pribadi, sebab
kemudahan yang ia dapatkan dan dukungan penuh dari masyarakat.

“Tidak ada lagi nanti lahan tidur, semua akan kita maksimalkan untuk program-program penguatan ekonomi masyarakat.
Tidak ada lagi juga sumbat-sumbat dalam pelayanan administrasi daerah juga investasi. Tidak ada yang jual-jual nama
bupati untuk investasi di Lingga. Program 100 hari kerja ini, Lingga akan lebih baik dalam hal administrasi,” tegas Awe yang berapi-api meski kondisinya kurang sehat di Sungai Besar, kemarin.

Ikhtiar ini, dikatakan Awe, dengan segala keterbatasan sengaja ia juga mengundang seluruh kades se-Kabupaten Lingga untuk menyaksikan peluncuran percetakan sawah dan tambak. Langkah ini memancing kades untuk ikut bersama-sama menjalankan pembangunan. Ia menghimbau, agar seluruh kades melihat program percetakan sawah dan tambak ini agar segera melakukan pemetaan lahan desa yang berpotensi baik pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata untuk menjadi pegangan pemerintah dalam mengait pengusaha-pengusaha untuk berinvestasi.

“Semoga Allah menjawab doa kita, saya minta maaf karena fisik saya yang kurang sehat. Kepada pak Kades terimakasih
atas dukungannya dan masyarakat luar biasa. Ini pengalaman luar biasa saya di Sungai Besar. Sengaja hari ini kita undang
seluruh camat dan kades yang ada, untuk betul-betul melihat bahwa, program ini bukan basa-basi. Tekad dan kajian, naluri
bisnis saya mengatakan Sungai Besar memiliki keistimewaan yang harus kita garap sama-sama. Kita juga ajak DPRD
melihat langsung rencana strategis kami,” papar Awe. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar