Datangi Warga Ruli Baloi, Kapolda Minta Jangan Ada Anarkisme

825
Pesona Indonesia
Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian. Foto: Johanes/batampos
Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian. Foto: Johanes/batampos

batampos.co.id – Mengantisipasi konflik pemilik lahan dengan ribuan warga yang menghuni Baloi Kolam, Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mendatangi warga, Selasa (1/3/2016).

“Saya minta warga menahan diri dan tidak terprovokasi atas isu-isu yang menyesatkan,” pinta Kapolde ke warga.

Kapolda juga meminta Pemerintah Kota Batam dan BP Batam segera menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai memicu konflik yang membuat stabilitas kemanan di Batam terganggu.

“Soal keamanan semua harus care, Pemda tak bisa berdiam diri karena ini lahan yang kewenangannya di BP dan Pemko,” ujar Kapolda.

“Saya tak ingin persoalan ini berlarut-larut, saya minta Kapoltabes, Pemko, BP Batam, masyaraat dan tim 12 duduk bersama menyelasaikan masalah lahan ini. Jangan birkan berlarut-larut,” tegas Kapolda.

Kapolda menegaskan, posisi polisi mengamankan dan mencegah terjadinya konflik. Penyelesaian persoalan lahannya ada di pengambil kebijakan di daerah.

“Keabsahan lahan ini harus diperjelas, siapa yang punya dan sah secara hukum, jika tak punya hak ya yang menempati harus bisa menerima. Intinya bertemu dulu, cari solusi terbaik,” tegas kapolda.

Tidak saja warga, pihak TNI yang berada di lokasi yang sama juga mendapat perhatian dari Kapolda.  Sam sempat menemui dua perwakilan TNI yang berjaga di lokasi dan memintah agar tetap mengedepankan keamanan dan kenyamanan bersama.

“Saya sudah koordinasi dengan danrem, kita semua sama-sama tahan diri. Utamakan keamanan bersama,” katanya.

Mengenai protes warga terhadap sebuah plang yang bertuliskan markas latihan bersama TNI dan Polri yang pernah ada di lokasi lahan yang kisruh itu, Kapolda menegaskan Polri khususnya Polda Kepri tidak pernah melakukan hal tersebut. “Tidak ada itu,” katanya.

Sebelumnya kericuhan hampir terjadi, saat warga Baloi Kolam yang mempertahankan lahan yang sedang digusur itu melihat ada sebuah plang bertulisakan tempat latihan bersama TNI dan Polri. Warga tidak terima dengan kehadiran plang tersebut dan memblokir jalan masuk serta mencopot plang tersebut.

Baloi kolam sendiri awalnya kawasan hutan lindung. Namun kawasan tersebut dialokasikan ke 12 pengusaha ternama di Batam. termasuk Dam Baloi yang selama ini  menjadi sumber utama air bersih di sejumlah kawasan sekitar Baloi.

Pelepasan area hutan lindung menjadi area peruntukan lain (APL) dilakukan era menteri kehutanan Zulkifli Hasan. Pengganti hutan Baloi dialihkan ke Tembesi.

Kawasan Baloi Kolam itu rencananya akan dibangun menjadi pusat perbelanjaan dan pusat bisnis yang mewah. Persoalannya, Baloui Kolam dihuni ribuan kepala keluarga (KK). (eja/nur)

Respon Anda?

komentar