Hakim Vonis Nelson Bur 4 Tahun Penjara

507
Pesona Indonesia
Kabid Pos dan Telekomunikasi di Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemprov Kepri. Nelson Bur usai menjalani sidang putusan, Selasa (1/3).
Kabid Pos dan Telekomunikasi di Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemprov Kepri. Nelson Bur usai menjalani sidang putusan, Selasa (1/3).

batampos.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan vonis kepada┬áNelson Bur 4 tahun penjara.

Kabid Pos dan Telekomunikasi di Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemprov Kepri dinyatakan terbukti melakukan trafiking dua remaja di bawah umur.

Adapun jaksa menuntutnya 8 tahun.

Terhadap vonis itu, Nelson menyatakan pikir-pikir.

Di lain pihak Jaksa penuntut umum (JPU) Barnard langsung banding usai putusan.

Putusan itu dibacakan Majelis Hakim Wahyu Prasetyo, didampingi Tiwik dan Iman Budi di depan terdakwa Nelson dan belasan pengunjung di ruang sidang utama PN Batam, kemarin. Dijelaskan dalam surat putusan, majelis hakim menyatakan sependapat dengan JPU.

Meski, dalam surat tuntutan, JPU sempat melakukan kesalahan pembuatan tahun terhadap undang-undang yang dilanggar terdakwa. Majelis hakim menilai, kesalahan pembuatan tahun tak dilakukan dengan sengaja atau salah ketik.

“Kesalahan tahun, tapi tidak berpengaruh terhadap unsur-unsur yang didakwa kepada terdakwa. Majelis hakim juga menilai, jika terdakwa terbukti bersalah, sesuai dengan keterangan saksi dan fakta persidangan,” kata Wahyu yang merupakan Wakil Ketua PN Batam, Selasa.

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 102 ayat (1) huruf a UU RI nomor 39 Tahun 2014, tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di luar Negeri.

“Menvonis terdakwa 4 Tahun penjara dan denda Rp150 juta,” tegas Wahyu.

Selain hukuman penjara dan denda, Majelis Hakim juga membebankan terdakwa membayar biaya restitusi atau ganti rugi terhadap dua korban. Dimana ganti rugi terhadap Nn Rp5 juta dan Ft Rp10 juta. Jika biaya restitusi tidak dibayar, maka terdakwa akan mengganti dengan hukuman kurungan selama 1 bulan.

Atas putusan itu, terdakwa Nelson Bur menyatakan masih pikir-pikir. Sementara JPU Barnad menyatakan banding.

“Kami nyatakan banding Yang Mulia,” tegas Barnad.

Diketahui, Nelson bersama Taufik (DPO) sekira April 2015 meng-ekspolitasi anak di bawah umur. Seorang korban Nn, 16, warga Jawa Barat diiming-imingi pekerjaan sebagai baby sitter di Malaysia dengan upah 800 Ringgit.

Terdakwa memalsukan identitas korban dengan nama Mutmainah. Sebelum diberangkatkan ke Malaysia, korban terlebih dahulu ditampung di Perumahan Villa Bukit Indah Blok B nomor 01 RT001/RW008, Kelurahan Teluk Tering Kecamatan Batam Kota.

Mengenai pengurusan dokumen korban yang telah dipalsukan itu, sambung Barnad, terdakwa menghabiskan biaya Rp 4,5 juta. Dokumen tersebut antara lain KTP, KK, dan Akta Kelahiran dan Paspor. Namun saat akan diberangkatkan korban sempat menolak. Terdakwa yang mengetahui korban tak mau berangkat, mengancam dan meminta ganti rugi Rp 10 juta jika tak jadi pergi ke Malaysia. (she/ray/jpnn)

Respon Anda?

komentar