Ini Alasan Ketua DPR Tak Setuju Tes Urine

257
Pesona Indonesia
Ade Komarudin. Foto: Dok JPNN
Ade Komarudin. Foto: Dok JPNN

batampos.co.id – Wacana tes urine bagi seluruh anggota DPR RI akan dibahas dalam rapat pimpinan (Rapim). Kemudian dilanjutkan pembahasannya melalui Badan Musyawarah (Bamus). Pasalnya, tes urine sebagai bukti komitmen lembaga wakil rakyat dalam pencegahan terhadap narkoba.

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengatakan, pihaknya tidak keberatan jika tes urine dilakukan setiap fraksi. Tujuannya, untuk menunjukkan komitmen antiperedaran narkoba.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu berharap, tes urine tidak hanya dilakukan terhadap anggota legislatif. Namun, juga dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintahan, hukum dan masyarakat umum.

“Tapi saya kira kita ingin tunjukkan komitmen pada masyarakat bahwa kita setuju dengan komitmen pemberantasan narkoba. Kita harapkan tidak hanya di legislatif tapi juga semua institusi. Di pemerintaham sendiri, yudikatif, dan tempat-tempat masyarakat umum,” paparnya.

Namun, wacana diatas rupanya tak disetujui oleh Ketua DPR RI, Ade Komarudin. Politisi Partai Golkar itu menganggap tes urine ke seluruh anggota dewan hanya akan menghabiskan anggaran negara.

Bahkan menurutnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) cukup memproses anggota DPR yang memang terlibat kasus narkoba.

“Ngapain kita cari kerjaan dan anggaran negara lagi keluar. Pokoknya setiap yang punya masalah langsung diproses, kalau perlu tes urine di atas urine,” kata pria yang disapa Akom itu di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (1/3).

Akom meminta masalah ini tak ditanggapi berlebihan, sebab tes urine sama saja memberikan dugaan negatif ke semua wakil rakyat. “Kalau semua yang tidak diduga lalu dites urin untuk apa buat buang-buang uang negara dan uang negara yang keluar bukan dari orang pribadi,” kata dia.

Mantan Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu lantas meminta, masyarakat berpikiran positif ke wakilnya di parlemen. “Kita ‘positive thinking’ saja. Kita tidak usah berlebih-lebihan ya. Apa adanya saja,” tuntasnya. (JPG/JPNN)

Respon Anda?

komentar